China Luncurkan Prototipe Kereta 'Layang' Berkecepatan 620 Kilometer/Jam
Ilustrasi stasiun kereta di Guangzhou China. (hiurich granja/Unsplash)

Bagikan:

JAKARTA - China kian menahbiskan dirinya sebagai rumah bagi jaringan kereta berkecepatan tinggi di dunia. Terbaru, China meluncurkan prototipe kereta Maglev berkecepatan tinggi, mampu mencapai kecepatan 620 kilometer per jam.

Beroperasi dengan tenaga superkonduktor suhu tinggi (HTS), kereta ini terlihat seperti 'melayang' di sepanjang rel yang bermagnet. Prototipe sepanjang 21 meter ini diluncurkan di Kota Chengdu, Provinsi Sichuan, pekan lalu seperti dilansir CNN dari Xinhua News.

Tak hanya itu, tim peneliti dari Southwest Jiatong University yang mengerjakan proyek ini pun membangun rel sepanjang 165 meter, untuk mendemostrasikan penampilan eksterior dan interior dalam kereta cepat tersebut.

"Kereta ini bisa beroperasi dalam waktu 3-10 tahun. Sichuan memiliki sumber daya logam tanah jarang yang kaya, yang sangat bermanfaat bagi pembangunan jalur magnet permanen kami, sehingga mendorong pengembangan eksperimen yang lebih cepat," kata Wakil Presiden Universitas Southwest Jiatong University Profesor He Chuan.

Disebut sebagai rumah bagi jaringan kereta berkecepatan tinggi, China memiliki jaringan kereta berkecepatan tinggi yang membentang lebih dari 37 ribu kilometer, serta memiliki kereta komersial tercepat di dunia, Maglev Shanghai yang mulai beroperasi pada tahun 2003 lalu. Kecepatannya mencapai 431 kilometer per jam, menghubungkan Bandara Pudong Shanghai dengan Longyang Road di timur Shanghai. 

China sangat berambisi untuk memperbaiki infrastrukturnya, termasuk jaringan transportasi. Terlebih, mereka bakal menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2022 yang akan datang.

Tahun lalu, China meluncurkan kereta api berkecepatan tinggi hingga 174 kilometer per jam, yang menghubungkan Beijing dengan Zhangjiakou, dua kota penyelenggara Olimpiade Musim Dingin 2022. Jika semula jarak keduanya ditempuh dalam tiga jam, kini hanya 47 menit saja.

Awal bulan ini, Negeri Tirai Bambu meluncurkan kereta peluru yang dirancang khusus untuk menahan suhu beku. Kereta yang diberi nama CR400AF-G ini dapat melakukan perjalanan hingga 350 kilometer per jam dalam cuaca sedingin -40 derajat Celcius. Kereta ini beroperasi pada rute Beijing, Shenyang dan Harbin yang sangat dingin dan tuan rumah festival salju dan es setiap tahun.