Ramai Aksi Bjorka Bobol Data Rahasia Pemerintah, Apa Itu Black Hat Hacker dan White Hacker?
Ilustrasi hacker (Geralt/Pixabay).

Bagikan:

YOGYAKARTA – Sebagian orang mungkin bertanya-tanya soal apa itu black hat hacker dan white hat hacker setelah seorang peretas bernama Bjorka berhasil membobol beberapa data rahasia milik Pemerintah Republik Indonesia.

Bjorka mengklaim dirinya berhasil mendapatkan 150 juta data penduduk Indonesia, kemudian data 1,3 miliar pengguna SIM card, hingga Surat Rahasia BIN ke Presiden Jokowi.

Tak hanya itu, Bjorka juga membocorkan data pribadi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate di media sosial. Selain Johnny, data pribadi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan juga ikut dibagikan Bjorka ke publik.

Selain membocorkan data pribadi sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju, Hacker Bjorka juga mengungkap dalang di balik kasus pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib pada 2004 silam. Bjorka menyebut Ketua Umum Partai Berkarya Muchdi Purwopranjono sebagai orang yang bertanggung jawab atas kasus tersebut.

Dari sejumlah aksi pembobolan yang dilakukan oleh Bjorka, tak sedikit yang ingin mengetahui jenis-jenis hacker yang ada saat ini.

Dikutip VOI dari laman resmi Apknox, secara umum hacker dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan motivnya dalam melakukan peretasan, antara lain white hat, black hat, dan grey hat hacker.

Apa itu Black Hat Hacker dan White Hat Hacker? Tentang Black Hat Hacker   

Black hat hacker atau biasa disebut ‘peretas topi hitam’ merupakan hacker jahat yang menyelinap ke dalam jaringan dan sistem dengan memanfaatkan malware (perangkat lunak yang dirancang untuk menyebabkan kerusakan pada computer).

Para black hat hacker ini umumnya melakukan peretasan karena alasan materi. Akan tetapi, ada kalanya mereka melakukannya untuk bersenang-senang.  

Anggota black hat mencakup hacker amatir hingga profesional, selama yang mereka lakukan adalah peretasan dengan motif menyebarkan malware dan mencuri data pribadi.

Mengutip TechTarget Search Security, data pribadi yang dicuri oleh ‘peretas topi hitam’ biasanya dijual di black market atau ke organisasi kriminal.

Apa Itu Black Hat Hacker dan White Hat Hacker? Tentang White Hat Hacker

Jika black hat adalah peretas disebut sebagai peretas jahat, white hack hacker atau ‘peretas topi putih’ dikenal sebagai ethical hacker (peretas etis).

White hat kerap dikontrak oleh perusahaan dan lembaga pemerintah untuk memeriksa kerentanan keamanannya.

Ilustrasi white hat hacker
Ilustrasi white hat hacker (Pixabay/Sammy-Williams). 

 

Para peretas topi putih menerapkan teknik keamanan siber yang umum dikenal, seperti pengujian penetrasi dan memberikan penilaian terhadap kerentanan sistem keamanan siber secara menyeluruh.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa kelompok peretas topi putih justru bermanfaat untuk mengembangkan sebuah sistem dan aspek penting di dalamnya.

Apa Itu Black Hat Hacker dan White Hat Hacker? Tentang Grey Hat Hacker

Jenis hacker yang ketiga adalah Grey Hat Hacker. Peretas ini adalah campuran dari black hat dan white hat. Akan tetapi, umumnya mereka melakukan peretasan tanpa meminta izin dari pemilik sistem komputer.

Mayoritas grey hat melaporkan kerentanan yang ditemukan dalam sistem keamanan siber. Kendati demikian, mereka tetap meminta kompensasi sebagai imbalannya. Jika permintaan mereka tidak dipenuhi, para peretas yang masuk dalam kelompok ini mungkin akan mengeksploitasi kerentanan juga.

Kelompok peretas lain yang dikategorikan dalam grey hat adalah hacktivist. Mereka adalah sekumpulan aktivis yang memiliki keahlian di bidang peretasan. Para hacktivist memanfaatkan kemampuannya untuk membeberkan pesan-pesan penting melalui website yang cukup sering dikunjungi tanpa meminta izin dari penyedia sistem.

Demikian informasi mengenai apa itu black hat hacker dan white hat hacker. Selain kedua kelompok tersebut, masih ada grey hat hacker yang masuk kategori hitam dan putih.