JAKARTA – Otoritas Singapura pada Kamis 6 Maret menambahkan tuduhan lebih lanjut terhadap tiga pria yang ditahan dalam kasus penipuan server yang merupakan bagian dari penyelidikan kepolisian yang lebih luas. Menurut dokumen pengadilan, kasus ini diduga melibatkan server yang mengandung chip AI.
Ketiga pria tersebut didakwa melakukan penipuan terhadap perusahaan Dell dan Super Micro dengan memberikan pernyataan palsu mengenai tujuan pengiriman server yang mereka beli. Mereka membuat "pernyataan palsu bahwa barang-barang tersebut tidak akan dipindahkan ke pihak selain penerima yang sah dari pengguna akhir," kata polisi dalam surat dakwaan.
Pihak berwenang di Singapura menyebutkan bahwa server tersebut kemungkinan mengandung chip dari Nvidia, namun tidak mengonfirmasi apakah chip tersebut terpengaruh oleh kontrol ekspor AS. Kasus ini merupakan bagian dari penyelidikan lebih luas oleh kepolisian Singapura terhadap 22 individu dan perusahaan yang diduga melakukan pernyataan palsu.
Selain itu, pihak berwenang AS sedang menyelidiki apakah DeepSeek, perusahaan asal China yang model AI-nya menghebohkan dunia teknologi pada Januari 2024, telah menggunakan chip-chip AS yang tidak boleh dikirimkan ke China.
Singapura mengatakan bahwa server-server tersebut telah dikirim ke Malaysia dan kini pihak berwenang Malaysia sedang menyelidiki apakah hukum di negara tersebut dilanggar.
Dua tersangka, Aaron Woon (41) dan Alan Wei (49), masing-masing menghadapi satu tuduhan tambahan karena berkonspirasi untuk melakukan penipuan terhadap perusahaan Super Micro pada 2024 di Singapura. Otoritas juga mengubah dakwaan sebelumnya, yang datang dari akhir Februari, untuk mencakup tuduhan bahwa mereka berkonspirasi untuk melakukan penipuan terhadap perusahaan Dell pada 2024.
BACA JUGA:
Tersangka ketiga dalam penyelidikan ini, warga negara China, Li Ming (51), yang juga dituduh pada bulan Februari, kini menghadapi dakwaan yang diperbarui, yakni menipu Super Micro pada 2023.
Pengacara Wei, Shashi Nathan dari Withers KhattarWong, mengatakan bahwa kasus ini kompleks karena melibatkan berbagai yurisdiksi, dan masih terlalu dini bagi kliennya untuk mempertimbangkan pengakuan bersalah.
Pengacara Woon menolak untuk memberikan komentar, dan pengacara Li belum memberikan tanggapan terkait permintaan komentar.
Pihak berwenang telah menyita 42 perangkat, termasuk telepon, komputer, dan laptop, yang sedang diperiksa oleh ahli forensik. Penyidikan berada pada tahap awal, menurut jaksa yang menyampaikan pernyataan di pengadilan pada hari Kamis. Polisi juga meminta salinan laporan bank untuk melacak pergerakan dana dan akan meminta bantuan lembaga penegak hukum asing dalam penyelidikan ini.