Bagikan:

JAKARTA - BYD akan menambahkan sensor LiDAR canggih untuk dua model entry-level yaitu Seagull dan Dolphin, itu mengacu dari pengajuan terbaru regulator setempat (China) yang tentunya akan meningkatkan kemampuan persepsi dan memperluas fungsionalitas.

Mengutip dari laman Carnewschina, BYD Seagull (Atto 1) dan BYD Dolphin adalah dua hatchback seri Ocean yang dijual secara global, termasuk Indonesia.

Sebenarnya, pada awal tahun 2025, mobil-mobil ini mendapatkan sistem pengemudian berbantuan DiPilot 100 (God's Eye C) dengan 12 kamera, 5 radar gelombang milimeter, dan 12 sensor ultrasonik. Kini, BYD siap meningkatkan sistem persepsi mereka dengan sensor baru.

Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok (MIIT) mengungkapkan bahwa BYD Seagull dan Dolphin akan dilengkapi dengan sensor LiDAR secara opsional selama proses homologasi domestik. Regulator tersebut membagikan foto-foto sensor tersebut yang terpasang di bagian atap model-model tersebut.

Penambahan sensor ini berarti Seagull dan Dolphin dapat dilengkapi dengan sistem bantuan mengemudi DiPilot 300. Nama domestiknya adalah God's Eye B. Sebelumnya, hanya mobil-mobil kelas atas merek BYD dan model Denza yang mengadopsi sistem tersebut.

Perlu diketahui, DiPilot 300 menggunakan satu sensor LiDAR yang diproduksi oleh Robosense, dengan jangkauan deteksi hingga 350 meter.

Keunggulan lain dari sistem DiPilot 300 adalah chip Nvidia Drive Orin, yang memiliki daya komputasi puncak sebesar 254 TOPS. Hal ini memungkinkan mobil untuk melakukan fungsi Navigasi Otomatis (NOA) di jalan perkotaan dan jalan raya.

Varian BYD Seagull saat ini dibanderol dengan harga 69.800 – 85.800 yuan atau Rp168-207 jutaan, sedangkan untuk Dolphin yang lebih besar dibanderol dengan harga antara 99.800 dan 129.800 yuan (Rp241-313 jutaan).