JAKARTA - Beberapa pabrikan otomotif mengubah strategi atau mempertimbangkan kembali strategi kendaraan listrik dikarenakan beberapa faktor, termasuk Porsche.
Berdasarkan laporan Carscoops, Senin, 12 Januari, merek tersebut tengah berupaya mengubah rencana kendaraan listriknya. Mantan CEO merek tersebut baru saja secara terbuka mengakui bahwa menjadikan Macan sebagai model khusus kendaraan listrik adalah sebuah kesalahan.
Mantan CEO Oliver Blume, yang mengundurkan diri pada awal tahun 2026, mengungkapkan bahwa menjadikan Macan generasi berikutnya hanya bertenaga listrik adalah sebuah kesalahan.
"Kami salah tentang Macan," ungkapnya.
BACA JUGA:

Macan GTS, 2025, Porsche AG
Menurutnya banyak banyak orang berpendapat bahwa sebagian besar pembeli Macan lebih peduli pada merek daripada mesinnya. Namun, menurunnya permintaan untuk EV mewah yang mahal dan hambatan regulasi, membuat Macan serba listrik lebih sulit dijual daripada yang diperkirakan beberapa orang. Blume mengakui bahwa penyesalan selalu datang terlambat.
"Berdasarkan data pada saat itu, kami akan membuat keputusan yang sama," tambahnya.
Ia menambahkan nantinya Porsche berencana untuk memperkenalkan kembali crossover kompak bertenaga bensin, tetapi tidak akan disebut Macan.
Model baru ini, yang akan hadir paling lambat tahun 2028, akan menempati segmen yang sama di bawah SUV Cayenne dan diharapkan menggunakan arsitektur Premium Platform Combustion milik Volkswagen Group, yang juga digunakan pada Audi Q5.
Blume menggambarkan crossover yang akan datang ini sebagai 'sangat, sangat khas Porsche' dan sengaja dibedakan dari Macan EV.