Bagikan:

JAKARTA - Pasar baterai kendaraan listrik (EV) global pada kuartal pertama tahun 2026 masih menunjukkan dominasi kuat dari perusahaan-perusahaan asal China, di mana CATL semakin memperkokoh posisinya di puncak klasemen.

Berdasarkan data terbaru dari SNE Research yang dirilis pada hari Rabu, 6 Mei, dilansir dari CNEVPost, total penggunaan baterai EV dunia mencapai 244,6 gigawatt-hours (GWh) sepanjang Januari hingga Maret, mencatatkan pertumbuhan sebesar 9,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dalam persaingan yang kian sengit ini, CATL berhasil menguasai 40,7 persen pangsa pasar global dengan total instalasi mencapai 99,5 GWh. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya yang berada di level 38,5 persen, sebuah pencapaian yang didorong oleh melonjaknya penjualan kendaraan dari klien-klien besar mereka seperti Seres, Nio, dan Li Auto.

Sementara itu, BYD tetap bertahan di posisi kedua secara global meskipun harus menghadapi tantangan berat di awal tahun ini. Pangsa pasar BYD tercatat sebesar 13,7 persen pada kuartal pertama, turun jika dibandingkan dengan angka 16,2 persen pada periode yang sama di tahun 2026. Penurunan ini dipicu oleh lesunya penjualan kendaraan bermerek BYD di pasar domestik Tiongkok, yang menyebabkan total instalasi baterai mereka turun menjadi 33,5 GWh. Meski demikian, posisi BYD mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan jika dibandingkan dengan data Januari-Februari, yang terbantu oleh mulai masuknya pasokan baterai mereka ke klien-klien baru seperti Xiaomi.

Di sisi lain, produsen baterai asal Korea Selatan justru mengalami tekanan besar akibat melambatnya permintaan di pasar Amerika Serikat yang merosot hingga 28,4 persen. LG Energy Solution memang masih mampu bertahan di peringkat ketiga dengan pangsa pasar 9,7 persen, namun dua produsen Korea Selatan lainnya, yakni SK On dan Samsung SDI, mencatatkan penurunan penggunaan baterai yang cukup tajam. Bahkan, Samsung SDI terlempar dari daftar sepuluh besar setelah mengalami penurunan penggunaan sebesar 27,7 persen. Secara kolektif, pangsa pasar gabungan tiga raksasa Korea Selatan menyusut menjadi 15,6 persen, berbanding terbalik dengan agresivitas produsen Tiongkok lainnya seperti CALB, Gotion High-tech, Eve Energy, Svolt, dan Sunwoda yang terus merangsek naik dan mendominasi sisa daftar sepuluh besar dunia.

Di posisi keenam, Panasonic menjadi satu-satunya wakil Jepang yang tersisa di papan atas dengan perolehan pangsa pasar sebesar 3,7 persen.