JAKARTA - Lanskap industri baterai kendaraan listrik (EV) global kembali menunjukkan dominasi dua pemain utama. Berdasarkan data terbaru dari perusahaan riset pasar Korea Selatan, SNE Research, dikutip dari CnEVPost, Rabu, 7 Mei, dua raksasa baterai asal China, CATL (Contemporary Amperex Technology Co. Limited), dan BYD, mempertahankan posisi mereka sebagai dua produsen baterai EV terbesar di dunia pada kuartal pertama tahun ini.
Secara keseluruhan, penggunaan baterai EV global pada periode Januari hingga Maret 2025 mencapai 221,8 GWh, melonjak signifikan sebesar 38,8 persen dibandingkan dengan 159,8 GWh pada periode yang sama tahun lalu. Angka ini mengindikasikan pertumbuhan pesat adopsi kendaraan listrik di seluruh dunia.
CATL mencatatkan pemasangan baterai EV sebesar 84,9 GWh selama kuartal pertama 2025, meningkat 40,2 persen dari 60,6 GWh pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan angka ini, CATL semakin mengukuhkan posisinya di puncak dengan pangsa pasar global mencapai 38,3 persen. Hebatnya, CATL menjadi satu-satunya pemasok baterai di dunia yang berhasil mempertahankan pangsa pasar di atas 30 persen. Pangsa pasar CATL ini juga menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan 37,9 persen pada kuartal pertama 2024 dan sedikit lebih tinggi dari 38,2 persen pada periode Januari-Februari 2025.
Sementara itu, BYD juga menunjukkan performa yang impresif. Pemasangan baterai EV oleh BYD mencapai 37,0 GWh pada kuartal pertama 2025, melonjak tajam sebesar 62,0 persen dibandingkan dengan 22,8 GWh pada periode yang sama tahun lalu. Dengan demikian, BYD menduduki posisi kedua dengan pangsa pasar sebesar 16,7 persen. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan pangsa pasar 14,3 persen pada kuartal pertama 2024, meskipun sedikit menurun dari 16,9 persen pada periode Januari-Februari 2025.
BACA JUGA:
Pemain lain dalam daftar 10 besar juga turut menunjukkan pergerakan. LG Energy Solution dari Korea Selatan berada di posisi ketiga dengan pemasangan 23,8 GWh, meningkat 15,1 persen secara tahunan, dengan pangsa pasar 10,7 persen. SK On, juga dari Korea Selatan, menempati posisi keempat dengan pangsa pasar 4,7 persen, diikuti oleh CALB dari China di posisi kelima dengan 3,9 persen, dan Gotion High-tech di posisi keenam dengan 3,5 persen.
Melengkapi daftar 10 besar adalah Samsung SDI (Korea Selatan) dan Panasonic (Jepang) yang berbagi pangsa pasar 3,3 persen di posisi ketujuh dan kedelapan, serta Eve Energy (China) di posisi kesembilan dengan 2,6 persen dan Svolt Energy (China) di posisi kesepuluh dengan 2,5 persen.
Ke depan diperkirakan persaingan di antara para produsen baterai ini diperkirakan akan semakin ketat seiring dengan perkembangan industri kendaraan listrik yang terus melaju kencang.