Bagikan:

JAKARTA – Raksasa otomotif Jerman, Porsche, membuat keputusan mengejutkan dengan menghentikan rencana produksi baterai performa tinggi mereka. Langkah ini diambil karena kondisi pasar kendaraan listrik (EV) global yang melambat dan dianggap "tidak layak secara ekonomi" bagi perusahaan.

Porsche menyatakan bahwa divisi baterai internal mereka, Cellforce, tidak lagi akan mengejar produksi sel baterai. Sebagai gantinya, Cellforce akan mengalihkan fokusnya sepenuhnya pada penelitian dan pengembangan (R&D) sel baterai. Keputusan ini dipicu oleh lambatnya permintaan EV, terutama di pasar utama seperti Amerika Serikat dan China.

"Porsche adalah salah satu produsen mobil tradisional paling sukses dalam transformasi menuju mobilitas listrik. Pada paruh pertama tahun 2025, 57 persen kendaraan yang dikirimkan di Eropa telah dialiri listrik, dibandingkan dengan kuota listrik global sebesar 36 persen. Namun, karena kondisi yang menantang, terutama di pasar utama kami di Amerika Serikat dan segmen mobil mewah listrik China yang belum berkembang, kami sedang mereorganisasi aktivitas baterai kami dan berfokus pada pengembangan sel dan sistem. Karena alasan volume dan kurangnya skala ekonomi, Porsche tidak lagi memproduksi sel baterainya sendiri. Elektromobilitas akan tetap menjadi teknologi penggerak yang penting bagi mobil sport kami di masa depan," tegas CEO Porsche dan Volkswagen Group  Oliver Blume, dikutip dari laman Porsche Newsroom, Selasa, 26 Agustus.

Dengan dibatalkannya produksi, pabrik Cellforce di Jerman yang semula direncanakan memproduksi 1 GWh baterai per tahun kini tidak akan beroperasi sesuai rencana. Sekitar 200 dari hampir 300 karyawan Cellforce dikabarkan akan dirumahkan. Namun, sisa karyawan yang lain akan ditawari posisi di anak perusahaan baterai Volkswagen, PowerCo.

Langkah ini mencerminkan tantangan besar yang dihadapi perusahaan baterai Eropa di tengah dominasi produsen China seperti CATL dan BYD yang menawarkan biaya lebih rendah. Meskipun demikian, rencana besar Volkswagen Group untuk investasi pabrik baterai tetap berjalan, dengan tiga pabrik besar dijadwalkan akan beroperasi di Spanyol, Jerman, dan Kanada. Sementara itu, Porsche akan tetap mengandalkan pemasok baterai besar, seperti CATL untuk Macan Electric dan LG Energy Solution untuk Taycan.