JAKARTA – Pertarungan sengit di pasar otomotif global semakin memanas. Kali ini, pabrikan asal Tiongkok, BYD, dilaporkan membuat induk sejumlah produsen mobil Stellantis merasa tidak nyaman di kandang sendiri, Jerman. Pasalnya, sejumlah dealer yang sebelumnya hanya menjual mobil-mobil Stellantis kini mulai melirik BYD dan menjajakannya di gerai mereka.
Mengutip Carscoop, Rabu, 24 September, kondisi ini semakin menarik perhatian karena ekspansi BYD di Eropa dipimpin oleh dua mantan petinggi Stellantis, yaitu Maria Grazia Davino dan Lars Bialkowski. Davino, yang kini menjabat sebagai Direktur Regional BYD Eropa, dan Bialkowski, Direktur BYD Jerman, dituding menjadi dalang di balik pembelotan para dealer.
Namun, Davino membantah tuduhan tersebut. Ia mengatakan para dealer yang menghubungi mereka lebih dulu, bukan sebaliknya. Menurutnya, hal ini wajar terjadi karena para dealer melihat potensi besar yang ditawarkan oleh BYD. Senada dengan itu, Bialkowski menambahkan bahwa keputusan para dealer adalah langkah alami karena BYD menjanjikan peluang pertumbuhan bisnis yang menguntungkan.
BACA JUGA:
Fakta di lapangan menunjukkan pertumbuhan BYD di Jerman memang sangat eksplosif. Meski hingga Agustus lalu penjualan mereka kurang dari 8.600 unit, jumlah dealer BYD meningkat pesat. Dari hanya 26 dealer beberapa minggu lalu, kini sudah mencapai lebih dari 50, dan targetnya adalah 120 dealer pada akhir tahun ini. Bahkan, BYD berambisi memiliki 300 lokasi dealer pada tahun 2026.
Meskipun demikian, ekspansi kilat ini bukan tanpa tantangan. Salah satu dealer mengungkapkan kekhawatiran bahwa pertumbuhan jaringan yang terlalu cepat ini tidak berkelanjutan. Laporan juga menyebutkan bahwa sebagian besar penjualan BYD berasal dari perusahaan, seperti armada taksi atau perusahaan rental, bukan dari pembeli pribadi.
Meski begitu, BYD tetap optimistis. Davino mengklaim permintaan akan mobil BYD jauh lebih besar dari yang bisa mereka penuhi. Bialkowski pun menyatakan target ambisius untuk menjual 50.000 unit kendaraan di Jerman secepatnya.