Bagikan:

JAKARTA - Kabar kurang baik bagi para pecinta otomotif dunia. Sebab, Nissan akhirnya memutuskan untuk menghentikan penerimaan pemesanan baru pada model GT-R secara global.

Diperkenalkan untuk pertama kalinya kepada publik dunia pada 2007 lalu sebagai pengganti dari Skyline GT-R R34 yang legendaris, GT-R R35 mengandalkan mesin 3,8 liter twin-turbocharged V6 yang mampu mengeluarkan tenaga luar biasa.

Digabungkan dengan transmisi enam percepatan dual-clutch, GT-R R35 memiliki tenaga mulai dari 562 hp untuk versi standarnya dan tertingginya mencapai 592 hp.

Dalam laman pabrikan, Nissan menyatakan rasa terima kasih bagi para peminat atau pelanggan untuk mobil sport ikonik ini dan telah menghentikan pemesanan sesuai dengan kuantitas produksi yang telah ditetapkan.

“Kami ingin mengucapkan terima kasih yang tulus kepada banyak pelanggan kami atas dukungan jangka panjang mereka sejak model tersebut dirilis pada tahun 2007,” kata Nissan dikutip dari media Jepang Car Watch, Rabu, 5 Maret.

Sebelumnya, pabrikan dari Jepang ini telah menyatakan produksi dari GT-R R35 telah dibatasi hingga 1.500 unit dengan 300 mobil di antaranya dialokasikan untuk tipe tertinggi, GT-R NISMO.

Selain itu, diakhirinya produksi dari GT-R disebabkan karena banyak suku cadang untuk mobil ini telah tidak diproduksi lagi.

Pabrikan asal Jepang telah menghadirkan versi facelift dari model ini Maret 2024, dengan ubahan pada fasia depan dan belakang serta banderol harga lebih tinggi dari sebelumnya mulai dari 14,4 juta yen hingga 22,8 juta yen (Rp1,5 miliar hingga Rp2,5 miliar). Sementara, versi NISMO dipatok harga lebih tinggi mulai dari 30,085 juta yen hingga 30,6 juta yen (Rp3,2 miliar sampai Rp3,3 miliar).

Masa depan GT-R masih belum pasti, meski kemungkinan model generasi berikutnya akan kembali sebagai kendaraan listrik (EV). Hal ini mengacu konsep Nissan Hyper Force di pameran Tokyo Motor Show tahun lalu memperlihatkan potensi masa depan GT-R sebagai coupe listrik 1000kW yang menggendong baterai solid-state.