JAKARTA – Tesla merupakan satu-satunya produsen mobil Barat yang dalam beberapa tahun terakhir masih unjuk gigi di pasar otomotif China meski digempur sejumlah produsen lokal yang kian mendominasi.
Tapi tahun ini berbeda, setelah angka penjualan Tesla anjlok tajam pada Februari 2025. Berdasarkan data dari China Passenger Car Association (CPCA), melansir dari laporan Teslarati, 5 Maret, Tesla China hanya mencatat penjualan grosir sebesar 30.688 unit. Angka ini menurun drastis 51,47 persen dari 63.238 unit pada Januari, dan anjlok 49,16 persen dari 60.365 unit pada Februari 2024.
Sebagai salah satu pasar terbesar bagi Tesla, China memainkan peran krusial dalam strategi ekspansi perusahaan. Lalu, apa penyebab utama dari kemerosotan ini?
Salah satu faktor utama yang diduga berkontribusi pada penurunan penjualan Tesla adalah transisi ke Model Y terbaru. Seperti diketahui, Model Y menjadi ujung tombak penjualan Tesla di China. Menjelang pengiriman perdana model terbarunya di akhir Februari, Tesla tampaknya lebih fokus menghabiskan stok Model Y lama, yang berdampak pada penurunan signifikan dalam angka penjualan bulan tersebut.
"Strategi ini bisa jadi cara Tesla untuk membersihkan inventaris model lama sebelum peluncuran versi terbaru," kata seorang analis otomotif di Shanghai.
"Namun, dampaknya cukup besar dan membuat angka penjualan Februari terlihat buruk," tambahnya.
Secara keseluruhan, Tesla China membukukan total penjualan grosir 93.926 unit dalam dua bulan pertama 2025. Angka ini masih lebih rendah 28,74 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, di mana Tesla berhasil menjual 131.812 unit.
Dengan persaingan mobil listrik di China yang semakin sengit, Tesla harus segera menemukan cara untuk kembali menarik perhatian konsumen. Apakah Model Y baru bisa membawa perubahan?

BACA JUGA:
Model Y Baru: Harapan Baru di Tengah Ketatnya Persaingan
Diketahui, Tesla China resmi memperkenalkan Model Y terbaru pada 10 Januari 2025, dengan pengiriman perdana yang baru dimulai pada 26 Februari 2025. Model ini hadir dengan sejumlah peningkatan yang diklaim lebih menarik bagi konsumen, antara lain:
- Desain eksterior yang lebih agresif: Tampilan lebih modern dan sporty.
- Interior lebih mewah: Peningkatan material dan fitur yang lebih premium.
- Suspensi lebih nyaman & isolasi suara lebih baik: Menjawab keluhan pengguna sebelumnya terkait kenyamanan berkendara.
Gangguan Produksi Giga Shanghai, Efek Domino bagi Penjualan?
Sementara, Bloomberg News sebelumnya melaporkan bahwa Tesla sempat menghentikan sebagian lini produksi Model Y di Giga Shanghai dari 22 Januari hingga 14 Februari demi mengoptimalkan peralatan untuk model terbaru. Selain itu, lini produksi Model 3 juga sempat terhenti dari 26 Januari hingga 3 Februari.
Langkah ini mungkin bertujuan untuk meningkatkan kualitas produksi, tetapi tak bisa dipungkiri bahwa penghentian sementara ini juga bisa menjadi salah satu penyebab merosotnya angka penjualan bulan lalu.
Dengan Model Y terbaru yang sudah mulai dikirimkan, semua mata kini tertuju pada respons pasar China. Akankah inovasi yang ditawarkan Tesla cukup untuk menarik kembali konsumen dan meningkatkan kembali angka penjualan?