Bagikan:

Konflik antara Iran dan Israel telah mencapai titik kritis yang mengancam tidak hanya stabilitas di Timur Tengah tetapi juga berdampak luas terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Dengan pernyataan keras dari Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang menyebut rezim Israel sebagai entitas jahat yang harus dihukum karena menyerang kompleks kedutaan Iran di Suriah. Waktu itu, pesawat tempur Israel mengebom konsulat Iran di ibu kota Suriah pada 1 April dalam serangan yang menewaskan tujuh penasihat militer.

Serangan balasan Iran terhadap Israel yang dilakukan beberapa hari lalu itu tidak hanya membuat resah negara-negara tetangga di Timur Tengah, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran di seluruh dunia. 

Presiden AS, Joe Biden, bahkan menegaskan bahwa Iran tidak memiliki kemampuan untuk mengganggu Israel dengan drone, namun pernyataan ini tidak dapat mengurangi ketegangan antara kedua negara. Ketika Iran mengancam akan melancarkan serangan balasan yang lebih besar jika Israel melakukan tindakan agresi, dunia internasional semakin gelisah menghadapi potensi eskalasi konflik.

Kapal perang dan jet tempur AS dilaporkan mencegat puluhan drone yang diduga berasal dari Iran menuju Israel, menunjukkan kesiapan AS untuk melindungi sekutunya di tengah-tengah ketegangan regional. Dukungan yang diberikan oleh Dewan Keamanan Nasional AS kepada Israel juga menambah dimensi baru dalam konflik ini, memperlihatkan bahwa AS siap untuk menegakkan kepentingannya di kawasan tersebut.

Di sisi lain, respons dari Israel tidak kalah tegas. Perdana Menteri Israel, Netanyahu, memberikan pernyataan yang menegaskan bahwa siapapun yang mengancam Israel akan mendapat respons yang setimpal. Serangan dari militan Hizbullah yang menembakkan rudal dari Lebanon juga memperumit situasi, menunjukkan bahwa konflik tidak hanya terbatas antara Iran dan Israel, tetapi juga melibatkan pihak-pihak lain di kawasan tersebut.

Dampak ekonomi dari konflik ini juga perlu diperhatikan, terutama bagi Indonesia. CNBC Indonesia melaporkan bahwa Indonesia berpotensi mengalami gangguan terhadap pasokan minyak dan kenaikan harga minyak dunia akibat serangan Iran ke Israel. Gangguan terhadap perdagangan dan investasi juga menjadi ancaman bagi stabilitas ekonomi Indonesia.

Dengan kondisi ini, upaya diplomasi dan penyelesaian damai menjadi semakin penting untuk mencegah eskalasi konflik yang lebih luas dan menjaga stabilitas ekonomi global. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres mengecam serangan Iran ke Israel, menekankan pentingnya menghentikan permusuhan karena dunia tidak mampu menghadapi perang lagi.

Apalagi konflik Palestina – Israel belum kelar. Begitu juga konflik Rusia dengan Ukraina. Dunia sedang tidak baik-baik.