Bagikan:

JAKARTA — Arsenal dan Bayern Munchen kembali dipertemukan dalam laga yang terasa seperti final terselubung. Dua tim yang sedang memuncaki klasemen fase liga Liga Champions ini akan saling sikut di Emirates Stadium pada Rabu 26 November waktu setempat. Kedunya, membawa status sebagai skuad paling garang dan paling stabil di Eropa sejauh ini. Kedua kubu juga sama-sama sempurna dengan 12 poin dari empat laga. Satu rekor akan tumbang begitu peluit akhir berbunyi.

Arsenal masuk ke duel ini dengan atmosfer yang semarak setelah menghajar Tottenham 4-1 di derby London Utara. Eberechi Eze menjadi pusat perhatian lewat hattrick bersejarah, ditambah gol pembuka dari Leandro Trossard yang terpantul sebelum masuk. Meski sempat kebobolan lewat lob jarak jauh dari Richarlison, kekhawatiran tidak pernah benar-benar muncul karena dominasi Arsenal terasa penuh kendali. Posisi mereka di puncak klasemen Premier League kini makin kokoh.

Di Eropa, Arsenal tampil seperti mesin yang tidak pernah tersentuh: empat laga, empat kemenangan, 11 gol, tanpa sekali pun kemasukan. Satu-satunya alasan mereka belum berada di posisi teratas fase liga adalah jumlah gol Bayern yang sedikit lebih superior. Kans untuk meraih 16 kemenangan beruntun di Emirates pada fase grup Liga Champions pun terbuka, meski lawan kali ini adalah ujian paling brutal yang bisa mereka terima.

Bayern datang dengan energi yang sama panasnya. Vincent Kompany membawa timnya melaju tanpa kekalahan musim ini, dengan gaya main menyerang yang tak mengenal rem. Kemenangan 2-1 di kandang PSG pada matchday empat menjadi peringatan keras bahwa Die Roten masih bertaring panjang di Liga Champions, meski kemenangan itu dibayar mahal oleh kartu merah Luis Diaz, yang kini harus menjalani skors tiga pertandingan Eropa.

Absennya Diaz membuat lini depan Bayern sedikit timpang, terlebih jika Serge Gnabry belum kembali fit sepenuhnya. Namun performa Bayern saat membalikkan keadaan dari 0-2 menjadi menang 6-2 atas Freiburg pada akhir pekan menunjukkan bahwa klub ini punya amunisi tak terbatas. Bintang mudanya, Lennart Karl yang baru 17 tahun, bisa saja menjadi kartu kejutan setelah tampil menggila dengan gol dan assist.

Rekor pertemuan pun sedikit condong ke Bayern. Mereka tak terkalahkan dalam lima laga terakhir melawan Arsenal, termasuk kemenangan agregat 3-2 di perempat final musim 2023-2024. Namun kondisi kedua tim kini jauh berbeda: Arsenal lebih matang, lebih percaya diri, dan lebih berbahaya.

Dari sisi skuad, Arsenal masih tanpa Gabriel Magalhaes, Gabriel Jesus, Viktor Gyokeres, Martin Odegaard, dan Kai Havertz. Piero Hincapie tampil sangat solid di derby dan kemungkinan besar kembali mengisi posisi Gabriel. Arteta tampaknya tidak punya alasan untuk mengubah starting XI yang sedang sedang panas-panasnya itu.

Bayern kehilangan Diaz, ditambah Jamal Musiala dan Alphonso Davies yang cedera. Pilihan untuk memainkan Karl sejak awal amat mungkin dilakukan Kompany, terutama karena kreativitasnya sangat dibutuhkan untuk mensuplai Harry Kane dan Michael Olise, yang sedang membara.

Melihat semua variabel ini, duel Arsenal vs Bayern menjanjikan drama memukau. Arsenal unggul stabil, Bayern unggul agresi. Satu condong ke taktik presisi Arteta, satu lagi ke chaos kreatif ala Kompany.

Pertandingan ini terasa seperti dua komposer besar bertukar simfoni, masing-masing dengan orkestra yang sedang dalam bentuk terbaik.

Kedua tim terlalu kuat untuk saling menghabisi. Bayern rawan di bola mati, Arsenal makin efisien di open play, tapi absennya Davies, Musiala, dan Diaz bisa sedikit meredam daya ledak Bayern. Dengan Olise dan Kane tetap dalam mode penghancur, hasil imbang menjadi bayangan paling realistis untuk duel kelas berat ini.

Prakiraan Susunan Pemain:

Arsenal (4-3-3):
Raya; Timber, Saliba, Hincapie, Calafiori; Eze, Zubimendi, Rice; Saka, Merino, Trossard.

Bayern Munich (4-2-3-1):
Neuer; Laimer, Upamecano, Tah, Guerreiro; Pavlovic, Kimmich; Olise, Karl, Gnabry; Kane.

Prediksi: Arsenal 2-2 Bayern Munich