JAKARTA - Chelsea dan Barcelona akan saling berhadapan dalam laga bertajuk “clash of the titans” di Stamford Bridge pada Selasa 25 November, saat keduanya berada dalam posisi yang sama kuat di tengah persaingan ketat fase liga Liga Champions.
Kedua raksasa Eropa itu sama-sama mengoleksi tujuh poin dari empat pertandingan awal. Hasil yang naik turun membuat Chelsea menempati posisi ke-12 sementara Barcelona berada satu tingkat lebih tinggi di peringkat ke-11, namun keduanya masih berada di luar zona otomatis menuju babak 16 besar.
Chelsea kembali harus bersusah payah pada matchday keempat ketika mereka ditahan 2-2 oleh kejutan Liga Champions musim ini, Qarabag. Alejandro Garnacho menjadi penyelamat The Blues melalui gol penyeimbang di Baku.
Meskipun masih gagal mencatatkan kemenangan tandang, performa Chelsea di Stamford Bridge justru sangat solid. Benfica dan Ajax telah tumbang di London, dan The Blues mencatatkan 16 pertandingan tanpa kekalahan di fase grup/league phase Eropa sejak terakhir kali kalah dari Valencia pada 2019.
BACA JUGA:
Tren positif juga dibawa dari domestik. Enzo Maresca mengantarkan timnya meraih tiga kemenangan beruntun di Premier League tanpa kebobolan, termasuk kemenangan 2-0 atas Burnley akhir pekan lalu, yang membawa Chelsea naik ke posisi kedua klasemen sementara.
Sementara itu, Barcelona datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah merayakan kemenangan pertama di Camp Nou yang baru direnovasi—mengakhiri penantian 909 hari—usai menggilas Athletic Bilbao 4-0. Ferran Torres mencetak dua gol, Lamine Yamal mengemas dua assist, Robert Lewandowski menambah gol wajibnya, dan Fermin Lopez turut mencatatkan nama di papan skor.
Meski kembali tajam, laga tersebut juga menjadi clean sheet pertama Barca dalam 11 pertandingan. Sebaliknya, dalam Liga Champions, gawang Blaugrana selalu kebobolan di setiap laga musim ini, termasuk saat ditahan imbang 3-3 oleh Club Brugge pada matchday keempat.
Dalam sejarah pertemuan di London, Barcelona hanya sekali menang dari tujuh kunjungan ke Stamford Bridge. Namun mereka pernah menyingkirkan Chelsea lewat kemenangan 3-0 di babak 16 besar musim 2017-18.
Kapten Chelsea, Reece James, membuat fans cemas ketika ditarik keluar saat jeda laga melawan Burnley. Namun Maresca menegaskan pergantian tersebut hanya bagian dari rencana, bukan cedera baru. Wesley Fofana juga diistirahatkan, tetapi diprediksi bisa turun menghadapi Barcelona.
Chelsea masih tanpa Romeo Lavia, Cole Palmer, Dario Essugo, Levi Colwill, dan Mykhaylo Mudryk yang absen hampir setahun karena skors doping.
Di kubu Barcelona, Alejandro Balde sempat diganti karena benturan kepala namun diperkirakan tetap tersedia. Marcus Rashford diragukan akibat sakit, sementara Raphinha sudah kembali dari cedera hamstring. Ferran Torres kemungkinan besar mempertahankan tempatnya setelah tampil gemilang.
Frenkie de Jong siap bermain setelah menjalani skors domestik. Namun Barca masih tanpa Pedri, Gavi, dan kiper utama Marc-André ter Stegen.
Pertandingan membosankan sulit terjadi bila Barcelona terlibat. Enam laga terakhir mereka menghasilkan 30 gol, atau rata-rata lima gol per pertandingan. Demikian pula dalam 20 laga terakhir di Liga Champions, Barca mencatat rata-rata 4,8 gol per laga.
Chelsea memang memiliki winger cepat yang bisa mengeksploitasi garis pertahanan tinggi ala Hansi Flick. Namun Barcelona membawa banyak penyerang kelas dunia yang mampu mengubah jalannya pertandingan kapan saja. Karena itu, duel ini diprediksi berlangsung spektakuler dengan keunggulan tipis untuk Blaugrana.
Prediksi Susunan Pemain
Chelsea (4-2-3-1):
Sanchez; James, Adarabioyo, Chalobah, Cucurella; Caicedo, Fernandez; Neto, Pedro, Garnacho; Delap
Barcelona (4-2-3-1):
J. Garcia; Kounde, E. Garcia, Cubarsi, Balde; Casado, De Jong; Yamal, Lopez, Torres; Lewandowski