Bagikan:

JAKARTA - Stadion Anfield akan menjadi panggung bagi derby Merseyside ke-247 antara juara bertahan Liga Inggris Liverpool melawan rival sekota mereka, Everton, pada Sabtu 20 September.

Pertemuan penuh gengsi ini kembali digelar setelah duel terakhir pada April lalu, ketika gol telat Diogo Jota memastikan kemenangan tipis 1-0 bagi The Reds di Anfield.

Liverpool kembali menunjukkan kebiasaan mencetak gol telat untuk meraih kemenangan. Laga terakhir di Liga Champions melawan Atletico Madrid berakhir 3-2 lewat sundulan Virgil van Dijk di menit ke-92, sekaligus menjadi kado ulang tahun ke-47 sang pelatih Arne Slot. Itu merupakan kali kelima dari lima pertandingan musim ini di mana The Reds butuh gol menit ke-83 atau lebih untuk memastikan kemenangan.

Secara statistik, 29% dari gol menit ke-90 atau lebih yang dicetak tim Liga Inggris musim ini datang dari Liverpool (4 dari 14 gol). Tiga dari empat laga Premier League mereka musim ini bahkan ditentukan oleh gol di masa tambahan, termasuk penalti Mohamed Salah menit ke-95 saat menang 1-0 di markas Burnley pekan lalu.

Liverpool saat ini memuncaki klasemen dengan 12 poin sempurna, satu-satunya tim yang selalu menang. Jika mengalahkan Everton, The Reds akan mencatat start lima kemenangan beruntun di Premier League untuk ketiga kalinya.

Catatan kandang mereka melawan Everton juga mengesankan: hanya kalah sekali dari 28 pertemuan terakhir di Anfield (menang 17, seri 10), termasuk empat kemenangan beruntun sejak kekalahan 0-2 pada Februari 2021.

Di sisi lain, Everton mulai bangkit setelah kalah di pekan perdana melawan Leeds United. Pasukan David Moyes meraih tujuh poin dari tiga laga berikutnya dan melaju ke putaran ketiga Piala Liga. Mereka menang beruntun atas Brighton (2-0) dan Wolves (3-2) sebelum ditahan imbang 0-0 oleh Aston Villa pekan lalu.

Meski kokoh di lini belakang dengan empat clean sheet dari lima laga kompetitif musim ini, Everton masih bermasalah dalam penyelesaian akhir. Statistik derby Merseyside pun tak berpihak pada mereka: hanya dua kemenangan dari 29 pertemuan terakhir di Premier League melawan Liverpool (seri 14, kalah 13), serta gagal mencetak gol di lima dari tujuh laga terbaru.

Moyes sendiri memiliki rekor buruk di Anfield: 20 kali datang ke sana di Premier League tanpa pernah menang (seri 6, kalah 14). Namun ada secercah harapan, karena Everton cukup kuat dalam laga tandang tahun ini dengan enam kemenangan dari 11 partai liga (seri 2, kalah 3), seluruhnya diraih pada 2025.

Dalam derby kali ini, Liverpool hanya kehilangan Curtis Jones yang masih cedera. Rekrutan baru Alexander Isak tampil 58 menit saat debut penuh melawan Atletico dan berpeluang kembali turun, meski Hugo Ekitike juga siap jadi starter. Mohamed Salah hampir pasti bermain, sementara Alexis Mac Allister bisa kembali ke lini tengah menggantikan Szoboszlai atau Gravenberch.

Di kubu Everton, Jarrad Branthwaite masih absen, sedangkan Vitaliy Mykolenko diragukan tampil. James Garner kemungkinan tetap dimainkan sebagai bek kiri darurat. Jack Grealish (pemain terbaik Liga Inggris bulan Agustus) bersama Iliman Ndiaye akan mengisi sektor sayap, sementara Beto dan Thierno Barry bersaing untuk posisi penyerang utama.

Dengan performa impresif di awal musim dan rekor kuat melawan Everton, Liverpool difavoritkan meraih kemenangan kelima beruntun. Everton yang solid di pertahanan bisa saja merepotkan, namun The Reds diyakini akan kembali menunjukkan mentalitas juara untuk menjaga rekor sempurna musim 2025/26.

Perkiraan Susunan Pemain

Liverpool (4-2-3-1): Alisson; Frimpong, Konate, Van Dijk, Robertson; Gravenberch, Mac Allister; Salah, Wirtz, Gakpo; Ekitike.

Everton (4-2-3-1): Pickford; O’Brien, Tarkowski, Keane, Garner; Gueye, Iroegbunam; Ndiaye, Dewsbury-Hall, Grealish; Beto.

Prediksi

Liverpool 2-0 Everton