JAKARTA - Kylian Mbappe mengkritik apa yang terjadi di balik layar sepak bola dalam sebuah wawancara mendalam dengan L'Equipe.
Dia mengatakan jika dirinya tidak memiliki gairah ini (untuk olahraga ini), dunia sepak bola pasti sudah membuatnya muak sejak lama.
Pada Rabu, 10 September 2025 WIB, Mbappe menjadi pencetak gol terbanyak kedua sepanjang masa Tim Nasional (Timnas) Perancis--melampaui Thierry Henry, dan di belakang Olivier Giroud--dengan mencetak gol penalti dalam kemenangan 2-1 atas Islandia sehingga total gol internasionalnya menjadi 52.
Dalam percakapan selama satu jam yang dipublikasikan di surat kabar L'Equipe pada Rabu, 10 September 2025, penyerang Real Madrid tersebut membahas kehidupan pribadinya, tim nasional, dan sengketa hukum terkait gaji yang belum dibayarkan setelah kepergiannya dari Paris Saint-Germain.
BACA JUGA:
"Saya sangat fatalis terhadap dunia sepak bola. Namn, bukan tentang hidup. Hidup itu indah. Sepak bola memang begitulah adanya."
"Saya suka mengatakan bahwa orang-orang yang pergi ke stadion beruntung karena hanya datang dan menonton pertunjukan dan tidak tahu apa yang terjadi di balik layar."
"Sejujurnya, jika saya tidak memiliki gairah ini, dunia sepak bola pasti sudah membuat saya jijik sejak lama."
"Semakin banyak uang yang Anda miliki, semakin banyak masalah yang Anda hadapi. Saya tidak akan pernah menyarankan anak saya untuk terlibat dalam sepak bola," kata Mbappe.
Pada Juli 2025, Mbappe mencabut tuntutan pidana terhadap PSG--di mana ia menuduh adanya pelecehan dan percobaan pemerasan--meskipun ia masih menuntut lebih dari 55 juta euro dalam bentuk gaji dan bonus, yang menurutnya menjadi utang klub kepadanya.
Sang penyerang meninggalkan PSG pada musim panas 2024 ketika kontraknya di klub Ligue 1 tersebut berakhir, bergabung Real Madrid dengan status bebas transfer.
"Itu hak hukum saya, itu hukum ketenagakerjaan. Dari proses persidangannya, saya terkesan ingin merugikan PSG."
"Saya menandatangani kontrak kerja dan saya hanya ingin dibayar. Saya tidak menentang PSG, saya mencintai klub itu, saya punya teman di sana. Namun, itu satu-satunya cara untuk mendapatkan apa yang seharusnya saya dapatkan," ujar Mbappe, ketika ditanya mengapa ia menuntut kasus.
Mbappe membantah bahwa ia memiliki niat buruk terhadap PSG, yang memenangi gelar Liga Champions pertama mereka musim lalu setelah kepergiannya.
"Saya punya teman di tim. Mereka yang mengenal saya tahu bahwa persahabatan itu penting bagi saya. Anda tidak bisa meludahi tim yang memiliki teman-teman Anda di dalamnya."
"Kisah saya telah berakhir dan saya pergi tanpa penyesalan. Bahkan kesalahan yang saya lakukan pun merupakan bagian dari kisah saya. Ketika saya bermain di sana, kami hampir menang."
"Kami tidak menang dan waktu saya telah habis. Real Madrid menghubungi saya, itu selalu menjadi impian saya. Saya bisa saja pergi ke sana lebih awal," tutur Mbappe.
Perancis berada di puncak Grup D Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa--setelah dua kemenangan dari dua pertandingan sejauh ini--dan akan menjadi salah satu favorit juara Piala Dunia 2026.
Mbappe mengatakan turnamen internasional sama beratnya di luar lapangan maupun di dalam lapangan.
"Selama turnamen internasional, pada suatu titik, (Anda) selalu (merasa bosan). Anda terkurung selama sekitar 60 hari."
"Ketika Piala Dunia, tidak ada hal lain yang penting. Antara semifinal dan final, dunia terasa berhenti."
"Anda berpikir, ini adalah pertandingan terbesar dalam hidup saya, tetapi saya tidak sabar menunggunya berakhir agar kita bisa tahu hasilnya dan melanjutkannya."
"Namun, lelah bukan berarti Anda tidak mencintai apa yang Anda lakukan. Saya masih tergila-gila kepadanya."
"Saya memimpikan final Piala Dunia pada 19 Juli 2026 di Amerika Serikat, pagi, siang, dan malam. Tanggalnya sudah tertera di kalender saya," katanya.
Mbappe lebih lanjut menyebut Les Bleus—yang ia kapteni—sebagai tim paling berbakat yang pernah ia bela.
"Setiap posisi dimainkan oleh para pemain inti dari klub-klub terbaik di dunia. Tinggal bagaimana kita bisa meraihnya."
"Namun, sebagai sebuah tim, kami belum lebih kuat dari tim yang menjuarai Piala Dunia 2018, atau tim yang mencapai final pada 2022. Apakah tim ini berpotensi menjadi tim terbaik? 100 persen," tutur Mbappe lagi.