JAKARTA - Manchester City dipaksa bekerja keras saat menyingkirkan tim Championship Plymouth Argyle di babak kelima Piala FA. Dalam duel di kandang sendiri di Stadion Etihad, Minggu, 2 Maret 2025 dini hari WIB, Man City menang 3-1 dan lolos ke perempat final. Piala FA pun menjadi harapan terakhir Man City meraih trofi.
Man Cty sudah gagal di Liga Champions dan Carabao Cup. Di kompetisi Premier League Inggris, Man City tak lagi fokus mempertahankan gelar juara karena poin mereka sudah tertinggal jauh dengan Liverpool yang bertengger di puncak klasemen.
Liverpool yang memiliki poin 67 sudah unggul 20 poin dengan Man City yang masih berupaya mendapat tempat di zona Liga Champions. Bila gagal masuk empat besar, The Cityzens sudah pasti absen di kompetisi kasta tertinggi Eropa.
Piala FA menjadi harapan terakhir Man City meraih trofi. Hanya, tim asuhan Guardiola harus bersusah-payah menyingkirkan Plymouth yang bermain di Divisi Championship. Bahkan Plymouth sesungguhnya tengah berjuang keluar dari degradasi bila tidak ingin turun ke League One atau divisi tiga di Liga Inggris.
Meski demikian, tim lawan sempat mengejutkan Man City yang menurunkan pemain lapis kedua dengan mencetak gol lebih dulu. Namun mereka akhirnya bangkit dan membalikkan keadaan sekaligus menjaga asa meraih trofi musim ini.
"Kami tahu betapa pentingnya laga ini. Kami harus terus fight dan melihat apa yang terjadi," kata Guardiola
Sementara, pemain muda Nico O'Reilly mengaku puas karena dua gol yang dicetaknya membantu Man City meraih kemenangan. Tim memang mengalami kesulitan sampai akhirnya dia memecah kebuntuan yang menyamakan skor.
"Bisa mencetak dua gol yang membalikkan keadaan memang di luar perkiraan. Harus diakui dalam posisi tertinggal 1-0, kami mengalami kesulitan. Tetapi setelah mencetak gol pertama, kami kembali bersemangat," kata O'Reilly.
Sebaliknya, manajer Plymouth Miron Muslic mengaku kecewa meski puas dengan performa pemain. Muslic merasa bangga tim asuhannya mampu merepotkan tim elite Premier League Inggris yang bermain di kandang sendiri.
"Kami hanya bisa kecewa dengan hasil pertandingan, tetapi kami bangga dengan penampilan tim," kata Muslic yang menggantikan Wayne Rooney.
"Kami pantas unggul lebih dulu karena bisa memanfaatkan peluang. Tetapi kami akhirnya kebobolan. Meski demikian, kami sudah berusaha hingga akhir laga," ucapnya.
Di pertandingan itu, Man City mengalami kesulitan menghadapi permainan ngotot Plymouth. Meski bermain di divisi dua, namun mereka sempat membuat kejutan dengan menyingkirkan Liverpool di babak sebelumnya.
Bahkan tim tamu mengejutkan suporter tuan rumah saat Maksym Talovierov berhasil menaklukkan kiper Stefan Ortega yang menggantikan Ederson di menit 38. Gol itu membuat suporter Plymouth bersuka cita.
Namun keunggulan mereka tak bertahan lama. Man City berhasil menyamakan skor setelah O'Reilly yang menyelesaikan assist Kevin De Bruyne membobol gawang lawan. Skor berubah 1-1 dan bertahan hingga babak pertama usai.
BACA JUGA:
Di babak kedua, Man City bermain lebih baik. Mereka menguasai permainan dan menekan pertahanan Plymouth. Hanya saja, mereka harus menunggu hingga menit 76.
O'Reilly mencetak brace setelah sundulannya yang menyambut umpan matang Phil Foden mengubah skor menjadi 2-1.
Selanjutnya, De Bruyne memantapkan keunggulan Man City. Menyambut umpan dari striker Erling Haaland yang masuk di babak kedua, De Bruyne kemudian membobol gawang lawan. Skor 3-1 untuk Man City yang bertahan hingga laga usai.