JAKARTA - Manajer Mikel Arteta sudah saatnya meninggalkan Arsenal. Dirinya dinilai masih sulit memenuhi ekspektasi Arsenal mengakhiri puasa trofi titel Premier League Inggris.
Hasil imbang 2-2 melawan Wolverhampton Wanderers di Premier League Inggris seperti menjadi sinyal Arsenal bakal mengalami penurunan. Ini untuk kali kedua Arsenal kehilangan poin penuh di kompetisi domestik. Sebelumnya mereka juga ditahan Brentford 1-1.
Saat Arsenal gagal meraih kemenangan, sebaliknya Manchester City yang menjadi pesaing utama justru menunjukkan konsistensi dengan selalu mendapatkan tiga poin. Selain itu, Aston Villa tetap harus diperhitungkan meski sudah tertinggal delapan poin. Bila mengalahkan Leeds United di Villa Park, Sabtu, 21 Februari 2026, mereka sudah pasti memangkas jarak menjadi lima poin.
Laga Arsenal melawan Wolves di Stadion Molineux, Kamis, 19 Februari 2026 dini hari WIB, di atas kertas, seharusnya bisa dimenangkan. Apalagi mereka sudah unggul 2-0 melalui Bukayo Saka dan Piero Hincapie. Namun Wolves berhasil mengejar ketinggalan gol. Puncaknya anak muda yang masih berusia 19 Tom Odozie mampu menyamakan skor 2-2 saat laga memasuki injury time dan tinggal hitungan menit.
Arsenal seperti mengulangi kegagalan saat menjamu Manchester United. Di atas kertas, mereka jelas diunggulkan karena Man Utd baru saja berganti manajer dan tengah berusaha bangkit. Bahkan Arsenal sudah unggul akibat gol bunuh diri Lisandro Martinez. Namun yang terjadi justru kebalikannya. Man Utd mampu bangkit dan menang 3-2.
Kegagalan menang di Molineux dan hanya mampu meraih satu poin jelas mengecewakan bagi kubu Arsenal. Bagaimana tidak, The Gunners tak mampu mengalahkan tim yang menghuni dasar klasemen dan hampir pasti turun kasta ke Championship musim depan.
Selain itu, Arsenal gagal meninggalkan Man City dan hanya unggul lima poin. Yang bikin Arsenal waswas, Man City berpeluang memangkas jarak poin karena masih menyimpan satu pertandingan. Tak hanya itu, Arsenal juga masih memiliki jadwal pertandingan melawan Man City di Etihad.
Insiden kericuhan usai pertandingan yang diawali dengan ulah striker Gabriel Jesus yang mendorong bek Yerson Mosquera seperti mencerminkan kondisi Arsenal yang frustrasi atas kegagalan meraih kemenangan. Tak hanya pemain, bahkan Arteta juga tampak frustrasi karena tim asuhannya tak menampilkan performa seperti yang diharapkan.
Kekecewaan dan frustrasi kian tebal karena bayang-bayang kegagalan seperti tiga musim berturut-turut kembali mengganggu nonteknis tim asuhannya. Arsenal memang apes. Selama tiga musim terakhir, mereka selalu memimpin klasemen tetapi Arsenal kemudian mengalami penurunan saat memasuki paruh kedua kompetisi.
Alhasil, klub London Utara itu hanya menjaga trofi untuk diserahkan kepada Man City atau Liverpool di akhir kompetisi. Mereka pun harus menunggu lagi sejak terakhir kali menjadi juara pada 2004.
Arsenal memang masih memimpin klasemen. Namun trofi liga terancam kembali gagal diraih bila kehilangan konsistensi saat memasuki akhir kompetisi. Bila akhirnya belum bisa mengantarkan Arsenal meraih trofi liga selama enam tahun di Emirates, Arteta mungkin mempertimbangkan untuk hengkang.
Mantan gelandang Arsenal Emmanuel Petit menyebut enam tahun dengan hanya memenangi Piala FA sudah lebih cukup bagi Arteta untuk tetap bertahan di klub tersebut. Meski kontraknya baru berakhir pada 2027, namun Petit mendukung sepenuhnya bila Arteta meninggalkan Arsenal lebih cepat.
“Jujur saja, saya tidak tahu apa yang terbaik bagi Arsenal dan dia. Bila dia memenangi [trofi Premier League], dia tetap saja bisa pergi. Bila dia gagal, dia juga bisa pergi,” kata Petit seperti dikutip Evening Standard.
“Saya tidak tahu bila juara apakah dia juga membawa tim meraih lebih banyak trofi. Saya justru berharap Arteta memikirkan apa yang hendak dilakukannya di masa mendatang. Saya tentu berharap dia tetap bertahan lama di Arsenal ketimbang pindah ke klub lain. Namun saya berharap suatu saat nanti Arteta menangani Barcelona,” ucap dia.
Petit sendiri pernah membela Arsenal selama tiga tahun. Mantan gelandang tim nasional Perancis ini sukses memenangi Premier League satu kali dan Piala FA satu kali sejak 1997 hingga 2000. Dirinya kemudian pindah ke Barca meski hanya bermain satu musim sebelum kembali ke Inggris tetapi Petit memilih menyeberang ke klub London lainnya, Chelsea.
Petis mendukung bila Arteta sudah saatnya meninggalkan Arsenal. Dirinya juga yakin Arteta berpeluang menangani Barca. Apalagi, Arteta merupakan alumni binaan klub elite LaLiga Spanyol itu.
Dia juga pernah bermain sebanyak 42 kali di tim Barca B sebelum direkrut Paris Saint-Germain pada 2002. Arteta juga pernah menjadi asisten Pep Guardiola, mantan pemain dan pelatih Barca, di Man City.
“Arteta memiliki ikatan yang kuat [dengan Barca]. Tetapi menurut saya itu tergantung dia sepenuhnya. Mungkin dia ingin bertahan selamanya, ya seperti pemain dengan satu klub saja,” kata Petit.
“Apakah dia tak ingin menangani klub di liga yang berbeda? Jujur, bila dia meninggalkan Arsenal, saya lebih berharap dia menangani klub di luar Inggris ketimbang tetap di Premier League. Saya berharap tujuan berikutnya dia adalah Barcelona bila meninggalkan Arsenal,” ucapnya.
BACA JUGA:
Meski dalam posisi yang butuh kewaspadaan tinggi setelah gagal menang lawan Wolves, Arteta tetap berharap Arsenal bisa menutup kompetisi dengan meraih trofi. Bahkan Arsenal bisa bermimpi meraih quadruple atau empat trofi karena sudah lolos ke Piala Liga Inggris atau Carabao Cup.
Mereka juga meraih tiket ke 16 besar Liga Champions dan bertahan di Piala FA. Namun yang menjadi target sudah pasti Premier League demi mengakhiri puasa 22 tahun dan Liga Champions yang belum pernah dimenanginya.