JAKARTA - Serikat Wasit Perancis (SAFE) mengatakan anggotanya akan menggunakan hak mereka untuk mengundurkan diri.
Hal itu diungkapkan setelah seorang wasit pertandingan menghadapi ujaran kebencian menyusul komentar Presiden Marseille Pablo Longoria. Serikat wasit Perancis tak mau sang pengadil atau keluarga mereka berada dalam risiko.
Media lokal melaporkan bahwa Longoria keberatan dengan penunjukan wasit Jeremy Stinat untuk pertandingan mereka melawan Auxerre pada Minggu, 23 Februari 2025, yang mana Marseille kalah 0-3.
Longoria mengatakan kekalahan itu karena korupsi dan mengungkapkan kemarahannya atas kartu merah yang diberikan kepada bek Derek Cornelius.
Badan Pengurus Liga Sepak Bola Perancis (LFP) menjatuhkan larangan terlibat di pertandingan selama 15 laga kepada Longoria atas komentarnya tersebut.
BACA JUGA:
Selain itu, media lokal melaporkan bahwa ban pada dua mobil keluarga Stinat ditemukan dalam keadaan robek di rumahnya sebelum pertandingan. Dia pun telah mengajukan pengaduan hukum atas kerusakan tersebut.
Delegasi dari SAFE kemudian bertemu dengan Menteri Olahraga Perancis, Marie Barsacq, pada Kamis, 27 Februari 2025, waktu setempat, untuk menyuarakan kekhawatiran mereka terkait keselamatan wasit.
"Sifat pernyataan tersebut mempertanyakan integritas wasit dan secara umum integritas badan wasit."
"Jika terjadi pelanggaran baru terhadap ranah pribadi mereka, yang membahayakan mereka atau keluarga mereka, (para wasit) akan menggunakan hak mereka untuk menarik diri," kata SAFE.
SAFE menambahkan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah menginstruksikan penasihat hukum untuk bergabung dengan Stinat dalam mengajukan gugatan perdata kepada hakim investigasi pengadilan tingkat pertama Paris.