Bagikan:

JAKARTA - Manchester City gagal menunda pesta juara Arsenal setelah gagal mengalahkan Bournemouth dan hanya mampu bermain imbang 1-1 dalam duel di Premier League Inggris di Stadion Vitality, Rabu, 20 Mei 2026 dini hari WIB. Hasil itu menjadikan Arsenal mengakhiri puasa titel Liga Inggris selama 22 tahun. Manajer Man City Pep Guardiola pun memberi ucapan selamat kepada Arsenal.

Man City masih berupaya menghambat laju Arsenal dan menjadikan penentuan titel liga di pertandingan pamungkas. Namun harapan itu tak kesampaian Man City seolah kehilangan daya dan fighting spirit memenangkan pertandingan karena bakal ditinggalkan Guardiola setelah berakhirnya kompetisi.

Dalam laga itu, Man City sudah kecolongan gol melalui Eli Junior Kroupi di menit 39. Setelah gol itu, Man City kesulitan menembus pertahanan Bournemouth. Mereka baru bisa menyamakan skor saat memasuki injury time. Gol Erling Haaland di menit 90+5 mengubah skor menjadi 1-1 yang bertahan hingga laga usai.

Hasil itu menjadikan Man City mengantungi poin 78. Terpaut empat poin dengan Arsenal yang bertengger di puncak klasemen. Dengan menyisakan satu pertandingan lagi, Man City sudah tak bisa mengejar poin The Gunners. Begitu Man City gagal menaklukkan Bournemouth, para pemain Arsenal dan fans mereka langsung merayakan pesta juara.

Pasukan Mikel Arteta pun mengakhiri puasa titel liga setelah memenanginya untuk terakhir kali pada 2004. Saat itu, Arsenal ditangani Arsene Wenger dan mengukuhkan sebagai The Invincibles karena tak terkalahkan saat menjadi juara Premier League.

“Selamat kepada Arsenal, Mikel, para staf, seluruh pemain dan fans atas keberhasilan memenangi Premier League,” kata Guardiola seperti dikutip france24. “Anda pantas mendapatkannya.”

Guardiola sendiri, musim ini, membawa Man City meraih gelar ganda. Mereka memenangi Piala Liga Inggris atau Carabao Cup dengan mengalahkan Arsenal dan Piala FA setelah menang 1-0 atas Chelsea. Keberhasilan itu menjadikan Guardiola meraih 20 trofi selama 10 tahun mengarsiteki Man City.

Dirinya membawa The Cityzens mencapai puncak kejayaan karena untuk kali pertama memenangi Liga Champions. Tak hanya itu, Man City juga diantarnya meraih treble sekaligus menyamai pencapaian rival satu kota, Manchester United. Di bawah Guardiola, Man City menjadi satu-satunya tim memenangi Liga Premier empat kali berturut-turut.

Guardiola juga tercatat paling lama menangani Man City dibandingkan saat melatih Barcelona maupun Bayern Munchen sebelum akhirnya menyatakan pergi dari Etihad meski kontraknya masih satu tahun lagi. Laga melawan Aston Villa di Etihad menjadi perpisahan Guardiola dengan Man City.

“Pimpinan klub menjadi sosok pertama saya akan bicara,” kata Guardiola saat menetapkan masa depannya dengan meninggalkan Man City. “Kami akan memutuskannya setelah kompetisi selesai. Kami akan duduk bersama dan berdiskusi. Simpel saja dan kami akan mengambil keputusan,” ucapnya.

Hanya fans memang berharap Guardiola menuntaskan kontrak atau bertahan satu tahun lagi. “Satu tahun lagi, Guardiola!” seru suporter di pertandingan melawan Bournemouth.

Sementara, pemain Arsenal berkumpul di pusat latihan Tim menyaksikan pertandingan Bournemouth melawan Man City. Mereka pun langsung berpesta begitu Man City bermain imbang melawan tuan rumah.

Tidak hanya pemain, para suporter berkumpul di Stadion Emirates untuk merayakan pesta juara yang sudah lama dinantikan. Fans menyalakan cerawat merah dan menyanyikan, “Campeones.” Mereka juga menyerukan nama ‘Arteta’ berkali-kali.

Tidak ketinggalan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer memberi ucapan selamat. Apalagi, Starmer ternyata fans berat klub London Utara itu.

“22 tahun untuk Arsenal,” demikian tulis Perdana Menteri di X. “Akhirnya kami kembali di posisi yang memang milik kami. Champions!”

Wenger pun mengucapkan selamat atas keberhasilan Declan Rice dkk. “Kalian akhirnya bisa melakukannya! Sang pemenang terus melaju saat yang lain berhenti. Ini waktunya kalian. Nikmati momen tersebut,” kata Wenger dalam video yang diunggah di laman klub.

Arsenal akan menerima trofi Premier League pada laga pamungkas liga melawan Crystal Palace dalam London Derby di Selhurst. Mereka akan mengadakan parade juara pada 31 Mei 2026 atau sehari setelah final Liga Champions.

Setelah mengakhiri puasa trofi Liga Inggris, Arsenal masih menyimpan ambisi memenangi Liga Champions untuk kali pertama dalam sejarah klub sekaligus meraih double. Arsenal menjadi satu-satunya klub papan atas Premier League yang belum pernah mengangkat trofi kuping lebar. Tim pernah mencapai final 20 tahun lalu tetapi kalah lawan Barca.

Di final kali ini, Arsenal menghadapi juara bertahan Paris Saint-Germain. Bila menjadi juara, Arsenal menyamai pencapaian Man Utd dan Man City yang memenangi Premier League dan Liga Champions dalam satu musim.