JAKARTA – Grandmaster catur asal India, Gukesh Dommaraju, resmi menjadi juara dunia catur klasik termuda dalam sejarah pada usia 18 tahun.
Dia memastikan titel setelah mengalahkan Grandmaster asal China, Ding Liren, di game ke-14 untuk memastikan skor berakhir 7.5-6.5 pada Kamis, 12 Desember 2024, malam WIB.
"Ini adalah momen yang membanggakan bagi catur, momen yang membanggakan bagi India. Bagi saya, momen kebanggaan yang sangat pribadi," ujar Gukesh setelah pertanding dikutip BBC.
Ding yang awalnya memiliki peluang aman untuk mencoba meraih kemenangan justru memilih untuk menyederhanakan permainan menjadi endgame dengan posisi kalah satu pion.
Permainan pada awalnya diprediksi berakhir imbang. Akan tetapi, Ding melakukan blunder pada langkah ke-55 di tengah tekanan yang semakin besar dan akhirnya kalah.
BACA JUGA:
Perdana Menteri India, Narendra Narendra Modi, merupakan salah satu tokoh publik pertama yang memberikan pujian atas keberhasilan Gukesh di ajang bergengsi ini.
"Bersejarah dan patut dicontoh. Selamat kepada Gukesh atas prestasinya yang luar biasa. Ini adalah hasil dari bakatnya yang tak tertandingi, kerja keras, dan tekadnya yang tak tergoyahkan," tulis dia di X.
Gukesh merupakan pecatur India kedua yang menjadi juara dunia catur klasik. Dia mengekori jejak seniornya, Viswanathan Anand, yang sudah lima kali menjadi juara dunia.
Saat mengalahkan Ding Liren, Guskesh tercatat empat tahun lebih muda dari pemegang rekor sebelumnya, Garry Kasparov. Pecatur asal Rusia ini menjadi juara dunia pada 1985 saat dia berusia 22 tahun.
Gukesh merupakan anak ajaib yang menjadi bintang di dunia catur setelah mencapai status Grandmaster pada usia 12 tahun. Namun, ia berada di luar perkiraan untuk melawan Ding Liren.