JAKARTA – Magnus Carlsen menepis kemungkinan untuk kembali bermain di Kejuaraan Dunia Catur Klasik sekalipun merasa dirinya masih mampu bersaing dengan generasi yang lebih belia.
Carlsen memutuskan tidak mempertahankan gelarnya setelah keluar sebagai juara kelima kalinya pada edisi 2022. Dua gelar setelah itu disapat oleh Deng Liren (China) dan Gukesh Dommaraju (India).
"Saya tidak memikirkan itu (kembali bermain di Kejuaraan Dunia) saat ini. Saya pikir itu sangat, sangat tidak mungkin," ujar pecatur asal Norwegia tersebut seperti dikutip dari Reuters.
Pecatur nomor satu dunia tersebut mengaku dirinya kurang termotivasi ketika mengumumkan dia tidak akan mempertahankan gelarnya di tahun berikutnya setelah meraih gelar terakhirnya.
BACA JUGA:
Pada 2021, Carlsen sempat mengatakan jika pecatur kelahiran Iran, Alireza Firouzja, memenangi turnamen kandidat maka ia pun akan mempertimbangkan untuk mempertahankan gelarnya.
Namun, untuk saat ini tidak ada pemain aktif yang bisa menarik perhatiannya untuk kembali bermain di Kejuaraan Dunia.
"Saat ini tidak ada (pemain lain yang akan meyakinkan saya untuk mencoba kembali ke Kejuaraan Dunia)," ujar dia.
Carlsen saat ini sedang berburu kesempatan untuk menunjukkan ia masih merupakan pemain yang harus dikalahkan sebelum suatu hari nanti beralih ke dunia kepelatihan seperti mentornya Garry Kasparov, salah satu pecatur terhebat sepanjang masa.
Carlsen mengatakan bahwa kemungkinan menjadi pelatih pada masa yang akan datang sudah ada di dalam kepalanya, tetapi saat ini dia masih menikmati perjalanan kariernya sebagai pemain.
"Saya merasa saat ini saya sangat menikmati permainan. Saya masih sangat baik dalam hal itu."
"Jadi, itu (menjadi pelatih) mungkin sesuatu untuk masa depan, tapi saat ini saya mencoba membuktikan bahwa saya masih lebih baik dari generasi yang lebih belia," katanya.
Tahun kemarin Carlsen berhasil memenangi Kejuaraan Dunia Catur Cepat dan berbagi gelar juara dunia Blitz dengan Ian Nepomniachtchi dari Rusia.