Bagikan:

 

JAKARTA - Madura United dipastikan dalam situasi aman dan akan terus tampil seperti biasa di kompetisi Liga 1 2023/2024. Kekhawatiran muncul seiring dengan ditangkapnya Presiden Madura United, Achsanul Qosasi terkait kasus korupsi. 

Achsanul merupakan Anggota III Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) telah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan korupsi BTS 4G Bakti Kominfo. Ia langsung ditahan  sebagai tersangka Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Jumat, 3 November.

Penangkapan Achsanul Qosasi langsung menjadi perhatian terlebih dengan statusnya sebagai Presiden Madura United. Terkait penangkapan itu, Media Officer Madura United, Ferdiansyah mengaku sudah mendapat kabar dan menurutnya hal ini tak akan mempengaruhi tim.

“Iya kami kan juga tahunya soal kabar itu (penahanan Achsanul Qosasi) hari ini,” kata Ferdiansyah dihubungi Jumat, 3 November. “Tapi kalau soal pemain dan tim aman,” lanjutnya.

Hingga kabar penangkapan Presiden Madura United ini beredar, pasukan Maurício Souza diketahui masih fokus berlatih jelang laga lanjutan Liga 1. 

Sempat beredar kabar bahwa kasus ini akan berdampak pada situasi pemain yang mesti meninggalkan klub. Tapi hal itu dibantan Ferdiansyah karena penangkapan Achsanul tak ada kaitannya dengan tim.

“Pemain baik-baik saja sampai saat ini alhamdulillah masih latihan sekarang ini. Aman, tidak ada itu (pemain meninggalkan tim). Itu (penangkapan)  tidak ada hubungannya dengan Madura United juga,” jelasnya.

Terlepas dari masalah yang membelit sang presiden, Madura United saat ini berhasil duduk di urutan 3 klasemen. Meski ada di posisi aman tapi tim yang bermarkas di Gelora Madura Ratu Pamelingan itu sedang paceklik kemenangan. 

Madura United gagal menang dalam 3 laga terakhir dengan catatan dua kali kalah dan sekali imbang. Sisanya hanya satu kali menang sepanjang Oktober lalu.