Bagikan:

JAKARTA - Bintang UFC Jiri Prochazka telah mengungkap metode pelatihan gila yang dianutnya. Ritual aneh ini selalu dilakukannya sebelum pertandingan.

Dia mengaku mengurung diri di dalam ruangan gelap selama tiga hari. Juara kelas berat ringan itu pergi tanpa makanan selama 72 jam.

Prochazka hanya membiarkan dirinya meminum air untuk berkompromi dengan iblis di dalam dirinya.

Petarung asal Ceko itu mengatakan, latihan ini bisa mengatasi penguatan indera yang dimilikinya. Sementara meditasi membantu membuat tubuhnya lebih kuat.

Petinju berusia 30 tahun itu mengalahkan Glover Texeira di UFC 275 pada bulan Juni lalu untuk memenangi gelar kelas berat ringan. Itu memperlihatkan bahwa metodenya berhasil.

Prochazka telah membagikan foto ruangan tempat dia mengunci diri tanpa makanan ke akun Instagram-nya. Dia mengatakan kepada The MMA Hour, "Itu semua dilakukan dalam kegelapan selama tiga hari, dan di sana Anda dapat bekerja sama dengan iblis Anda dan melatih apa yang Anda inginkan."

"Saya tidak ingin bicarabanyak , karena itu seperti urusan pribadi saya," lanjutnya.

Prochazka menyebut hal ini sebagai pengalaman "suci". Dia kembali menegaskan, tak bisa berbicara banyak soal ritualnya ini.

"Bagi saya, hal-hal ini sangat pribadi ... dan suci," ujarnya.

Prochazka dijadwalkan menghadapi Texeira lagi pada bulan Desember mendatang. Mereka akan melakukan pertandingan ulang di UFC 275.

Dan menjelang pertarungan gelar, Prochazka mengungkapkan menghabiskan tiga hari dalam kegelapan tanpa makanan "sangat membantu" untuk pelatihannya.

Dia berkata: "Ini sangat membantu. Hanya ada Anda dan Anda. Tidak ada orang lain. Itu adalah pertama kalinya saya melakukannya tanpa makanan, jadi hanya dengan air. Jauh lebih kuat ketika Anda tanpa makanan.

"Semua proses di tubuhmu jauh lebih kuat. Pikiranmu banyak bekerja, dan kamu harus mati di sini dulu.

"Dan tiga hari, empat hari, itu tidak terlalu banyak.

"Tapi saya menggunakan itu hanya untuk mengenali siapa saya sebenarnya, dan kemudian saya bisa mulai berlatih dan mendorong ke tingkat berikutnya dengan saya yang sebenarnya, lebih jujur."