JAKARTA - Alicia Augello Cook yang lebih dikenal dengan nama Alicia Keys, melontarkan kritik tajam terhadap struktur industri musik global yang dinilainya masih sangat diskriminatif terhadap kaum perempuan.
Penyanyi-penulis lagu 45 tahun itu menggambarkan ekosistem musik dunia sebagai sebuah "jaringan laki-laki tua" yang cenderung tertutup bagi talenta perempuan, terutama bagi mereka yang bergerak di balik layar.
Keys menyoroti statistik yang cukup memprihatinkan mengenai keterlibatan perempuan dalam aspek teknis produksi musik. Berdasarkan data dari Annenberg Inclusion Initiative, representasi perempuan dalam peran produser memang sangat rendah—sebuah kenyataan pahit yang juga dikonfirmasi oleh pengalaman pribadi Keys selama berkarier puluhan tahun di industri ini.
Menurutnya, hambatan tersebut bukan karena kurangnya kompetensi, melainkan karena absennya akses yang setara antara laki-laki dan perempuan.
"Dunia musik menjadi jaringan laki-laki lama dan semua perempuan luar biasa yang bekerja sebagai insinyur audio dan produser tidak diberikan pintu yang terbuka. Perempuan hanya mengisi sekitar dua persen dari keseluruhan bisnis ini,” kata Alicia Keys dalam wawancara terbaru d3ngan The Times of London.
“Saya adalah seorang produser dan di sinilah kami, melakukan banyak pekerjaan, bekerja dengan sangat hebat, jadi sangat mengejutkan bahwa angkanya begitu kecil. Daripada hanya merasa marah tentang hal itu, sudah waktunya untuk menciptakan peluang," sambungnya.
Keys juga merefleksikan karya-karyanya yang kerap dianggap sebagai lagu penguat bagi perempuan. Namun, ia mengakui bahwa pesan-pesan feminisme dalam liriknya muncul secara organik dari kerentanan pribadinya, bukan sekadar strategi pemasaran.
BACA JUGA:
Ia menjelaskan, banyak lagunya lahir ketika dirinya justru sedang merasa lemah, sehingga lirik-lirik tersebut menjadi cara bagi dirinya untuk memotivasi diri sendiri agar tetap bertahan di tengah tekanan industri yang korporat.
"Saya tidak bertujuan untuk membuat lagu dengan pesan feminis, dan sebagian besar ditulis karena saya merasa tidak sekuat itu, jadi saya harus memberikan motivasi pada diri sendiri untuk terus maju, tetapi itu memang menjadi benang merah dalam karya-karya saya," tuturnya.
Lebih lanjut, pelantun “If I Ain’t Got You” itu memberikan pesan krusial bagi para musisi pendatang baru agar tidak hanya fokus pada aspek kreatif, tapi juga terbuka terhadap kepemilikan aset dan bisnis. Ia memperingatkan bahwa industri musik sering kali dipenuhi pihak yang hanya peduli pada keuntungan tanpa memikirkan keberlanjutan karier sang artis di masa depan.
"Saya akan katakan kepada mereka untuk berpikir tentang bagaimana menjadi pemilik dari kreasi mereka sendiri. Tidak ada yang memberi tahu Anda hal-hal ini. Anda berurusan dengan semua eksekutif dan pengacara yang senang mengambil persentase dan membebankan biaya berlebih, tetapi mereka tidak pernah bertanya, 'Bagaimana kami bisa memastikan Anda tetap bertahan di sini?'" tutup Keys.