Bagikan:

JAKARTA - Louis Tomlinson mengungkap sebuah fakta mengejutkan mengenai alasannya membatasi pemilihan lagu-lagu One Direction dalam daftar penampilan panggung solonya.

Penyanyi 34 tahun itu mengaku mulai merasa canggung untuk membawakan sejumlah nomor hits milik One Direction karena faktor usia dan lirik yang dianggap terlalu vulgar atau berani untuk dibawakan oleh pria dewasa.

Meski tetap menghargai sejarah panjang yang membesarkan namanya, Tomlinson menyebut proses kurasi lagu lama menjadi tantangan tersendiri menjelang turnya yang akan datang.

Ia mengaku harus sangat selektif karena merasa beberapa lirik lagu One Direction tidak lagi relevan dengan citra dirinya saat ini.

"Sebagai permulaan, saya ingin memilih salah satu yang saya tulis—tetapi tantangan terbesar adalah menemukan lirik yang terasa pantas untuk dinyanyikan sebagai pria berusia 34 tahun,” kata Tomlinson, dikutip Billboard, Kamis, 15 Januari.

"Dan itu sebenarnya bukan hal yang mudah dilakukan, karena beberapa lirik One Direction itu sangat vulgar,” sambungnya.

Kendati demikian, Tomlinson tetap berusaha memberikan sentuhan baru bagi para penggemar dengan mengaransemen ulang beberapa lagu lama agar lebih sesuai dengan gaya bermusiknya saat ini.

Ia mencontohkan lagu “Night Changes” yang kini dibawakan dengan tempo lebih cepat—terinspirasi dari Sam Fender.

Baginya, mengubah aransemen adalah cara terbaik untuk mengintegrasikan kenangan masa lalu ke dalam set panggung solonya secara alami.

Bicara mengenai warisan One Direction yang telah hiatus selama hampir satu dekade, Tomlinson meyakini bahwa belum ada grup yang benar-benar mampu menduplikasi keunikan mereka.

Ia sempat menyinggung kehadiran BTS yang sempat memecahkan rekor-rekor One Direction di masa kejayaannya.

"Ada masa ketika BTS sedang naik daun, dan saya merasa, setiap kali saya masuk ke Twitter, mereka baru saja mengambil salah satu rekaman kami untuk sesuatu—sesuatu yang paling laris, dan mereka mengambilnya lagi! Itu agak disayangkan,” tuturnya. "Tapi saya tidak iri pada mereka—itulah sifat industri musik, terus bergerak.”

Ia tetap pada pendiriannya bahwa One Direction adalah anomali di industri musik karena berhasil mendobrak pakem boyband tradisional.

Menurutnya, hampir setiap boyband sebelum mereka memiliki cetakan yang spesifik seperti mengenakan pakaian seragam dan menari, namun One Direction berhasil membebaskan diri dari cetakan tersebut sehingga sulit untuk menemukan grup serupa hingga saat ini.