JAKARTA - Louis Tomlinson akhirnya membeberkan detail di balik keputusan mengejutkan ketika One Direction memasuki "asa hiatus yang diperpanjang pada tahun 2015.
Hampir satu dekade berselang, Tomlinson menguraikan suasana dalam pertemuan yang berujung pada perpecahan One Direction itu. Ia pun membantah adanya pihak ketiga yang hadir dalam pertemuan krusial tersebut.
Tomlinson mengatakan, momen-momen serius dan penting sangat jarang terjadi di dalam One Direction. Biasanya suasana grup dipenuhi dengan semangat persahabatan dan kebersamaan.
"Yang benar-benar menarik adalah momen-momen yang sangat serius itu... kami tidak akan sering mengalaminya di One Direction," kata Tomlinson saat wawancara terbaru di podcast The Diary Of A CEO bersama Steven Bartlett.
"Saya rasa ada saat-saat di mana Anda harus menjadi egois,” tambahnya.
Lebih lanjut, penyanyi 33 tahun itu menuturkan bahwa suasana pada hari itu berubah total.
BACA JUGA:
"Tiba-tiba, Anda mendapati seseorang berpikir lebih mandiri dan lebih untuk diri mereka sendiri, yang mana, omong-omong, mereka punya hak penuh untuk melakukannya,” tuturnya. “Tetapi ruangan terasa dingin hari itu... Saya belum pernah merasakan energi seperti itu di dalam ruangan. Ada kekosongan ini."
Tomlinson menggambarkan dirinya saat itu sebagai sosok yang naif dan ngotot ingin mendapat kejelasan mengenai durasi hiatus tersebut. Sayangnya, ia tidak pernah mendapat jawaban pasti.
"Saya tidak pernah benar-benar mendapatkan jawaban atas pertanyaan itu—yang saya pahami sekarang, karena sejujurnya, saya rasa orang-orang atau orang yang terlibat tidak cukup berani untuk menjawab pertanyaan itu," ungkapnya. "Jauh di lubuk hati, saya pikir mereka mungkin tahu kenyataannya, dan itulah mengapa itu sulit."
Ia juga mengakui sempat merasa hancur dan marah besar ketika rekannya di One Direction, Zayn Malik, memilih hengkang dari grup tanpa memberitahunya terlebih dahulu,
Dalam hal ini, Tomlinson menduga, Malik tidak memberitahunya karena yakin ia akan berusaha menghentikannya.