JAKARTA - Rian Ekky Pradipta yang lebih dikenal sebagai Rian D’Masiv menyebut lembaga yang menghimpun royalti performing rights di Amerika Serikat sudah bekerja jauh lebih baik ketimbang Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) yang ada di Indonesia.
Awalnya, vokalis D’Masiv itu menyampaikan pendapatnya mengenai penerapan direct license di Indonesia, yang belakangan kerap disuarakan para penulis lagu yang tergabung dalam Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI).
“Kita menunggu keputusan aja lah, kalau ada di Undang-Undang ya kita patuhi. Tapi saat ini kan masih wait and see juga sih, karena mungkin lebih banyak orang yang lebih paham soal itu. Jadi, saat ini ingin melihat dulu,” kata Rian saat ditemui di Petukangan, Jakarta Selatan, Selasa, 8 April.
Rian mengatakan, dirinya siap menerapkan direct license jika nantinya sistem tersebut sudah diatur oleh Undang-Undang. Namun, sejauh ini ia masih menyerahkan persoalan royalti kepada LMK dan publisher.
“Tapi balik lagi, kalau itu nanti akan ada di Undang-Undang, tercantum, ya kita harus jalani. Untuk saat ini, saya masih lewat LMK dan publishing. Royaltinya dari situ,” katanya.
Terlepas isi dari pertentangan yang dinyatakan beberapa musisi ke publik, Rian meyakini bahwa seluruh pihak sedang memperjuangkan sesuatu yang baik untuk industri musik Tanah Air.
SEE ALSO:
Rian juga menceritakan hasil diskusinya dengan pelaku musik global saat menghadiri Musexpo 20205 di Los Angeles beberapa waktu lalu. Ia melihat terdapat perbedaan mendasar mengenai pengelolaan royalti di Indonesia dan Negeri Paman Sam.
“Kemarin kan saya habis ijut music conference di Amerika. Saya juga nanya, 'Jadi, sebenarnya gimana sih industri musik di sini, soal royalti seperti apa?' Jadi, kalau yang terjadi di Amerika itu, mereka misalnya kalau konser, itu yang bayar penyelenggara. Tapi di sana sistemnya sudah benar, lebih transparan,” tutur Rian.
“Jadi, di sana juga kemarin saya cek, untuk peng-collect-an royalti di sana, satu LMK itu bisa sampai 1,1 miliar dolar AS. Jadi, pihak yang punya hak untuk meng-collect itu benar-benar maksimal dan bisa mendistribusikan ke pencipta lagu. Makanya di sana pencipta lagunya kaya,” imbuhnya.