Bagikan:

JAKARTA - Rian D’Masiv menyatakan dirinya masih terus mengamati seluruh perkembangan mengenai upaya memperbaiki tata kelola royalti musik di Indonesia.

Vokalis D’Masiv itu menyatakan, keterlibatan negara dalam upaya pembenahan tata kelola royalti menjadi sangat penting. Baginya, permasalahan tidak dapat diselesaikan tanpa kehadiran negara.

“Mudah-mudahan negara bisa benar-benar hadir di sini. Karena kalau negara enggak hadir, enggak akan bisa dibenahi,” kata Rian saat ditemui di Antasari, Jakarta Selatan, Selasa, 28 Oktober.

“Harus bikin peraturan yang memihak sama musisi, harus bikin Undang-Undang yang berpihak buat pencipta lagu. Jangan hanya golongan tertentu yang diuntungkan,” sambung vokalis 38 tahun itu.

Rian mengatakan, banyak musisi diam bukan berarti tidak memikirkan bagaimana permasalahan royalti bisa berakhir dengan perbaikan. Ia sendiri banyak mencari tahu, bagaimana hak ekonomi para penulis lagu itu bisa tersalurkan secara tepat.

“Kita juga sedang berjuang dengan cara yang lain. Sebagai contoh, misalnya kemarin kita ada diundang ke Music Expo (di Los Angeles, AS). Di sana kan ada banyak pelaku musik dunia, dan di sana gua juga sempat bertanya, bagaimana mekanisme royalti untuk performing rights di Amerika. Jadi, gua pun mencoba terus meriset atau bertanya dan menggali lagi. Karena, gua yakin banget apa yang sedang diperjuangkan adalah untuk kesejahteraan musisi, untuk kesejahteraan komposer,” tuturnya.

“Karena jujur, di Indonesia ini seharusnya—dengan contoh D'Masiv yang punya lagu-lagu yang ratusan juta streams—logikanya kalau industri ini berpihak sama musisi, pasti kita udah kaya raya,” imbuhnya.

Rian pun mengambil beberapa contoh penulis lagu lawas, yang justru hidupnya sulit secara finansial, meski lagunya sukses besar di pasaran.

“Mungkin saat ini kita masih belum mendapatkan apa yang seharusnya kita dapatkan, tapi kita juga tidak boleh apatis dengan industri ini, karena nantinya ini bukan buat kita, tapi buat anak dan cucu kita nanti,” pungkasnya.