Bagikan:

JAKARTA - Sejak hampir setengah abad, akhirnya pabrik piringan hitam bakal kembali hadir di Indonesia bersama PHR Pressing. Pabrik ini merupakan sebuah prakarsa mandiri swasta di Indonesia.

Didirikan PT. Kerka Elevasi Mandiri, pabrik piringan hitam ini tidak hanya meneruskan kemandirian anak bangsa dalam proses produksi dan pelestarian musik nasional, namun juga memenuhi kebutuhan artis, band, dan label yang hendak merilis musik mereka dalam format piringan hitam dengan lebih mudah.

Beroperasi di kawasan industri Cengkareng, Tangerang, hanya sekitar lima kilometer dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, membuatnya langsung terhubung dengan hub transportasi dan distribusi logistik kelas dunia.

Menurut keterangan resmi yang diterima redaksi, Kamis, dengan mesin teknologi Italia dan assembly Hong Kong, PHR Pressing mampu menawarkan kapasitas produksi sebanyak 30 ribu keping piringan hitam per bulan.

Dibangun sebagai joint venture antara brand PHR dan Elevation Records yang berpengalaman lebih dari 11 tahun merilis dan mendistribusikan musik dalam format piringan hitam, PHR Pressing dirancang untuk memenuhi kebutuhan percetakan piringan hitam di Indonesia dengan harga terjangkau dan waktu produksi yang cepat.

Perlu diketahui, kehadiran pabrik piringan hitam ini tidak bisa lepas dari tangan dingin Edy Goh, dengan inisiatif pribadi membuka pressing plant sejak 2019.

PHR Pressing akan resmi dibuka dan berproses pada Juni mendatang. Saat ini proses pemesanan sudah dibuka.

Kini, 49 tahun kemudian, PHR Pressing dengan semboyan 'Now Everyone Can Press Vinyl' berupaya menjadi penerus tradisi merilis musik dalam format piringan hitam.

PHR Pressing (Instagram @phrsenayan)