JAKARTA – Memori hari ini, tiga tahun yang lalu, 5 Mei 2023, Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka tepis isu ikut Pilpres 2024. Ia menganggap dirinya belum banyak pengalaman. Ia juga menganggap usianya belum cukup untuk maju jadi calon wakil presiden (cawapres).
Sebelumnya, kehadiran Gibran dalam peta politik Indonesia bawa kehebohan. Ia dianggap sebagai penurus trah Joko Widodo (Jokowi) dalam politik Indonesia. Gibran pun dijagokan maju sebagai cawapres mendampingi tokoh politik lainnya.
Isu Jokowi tiga periode sudah mereda. Narasi itu membuat Pilpres 2024 akan berjalan sesuai dengan rencana. Kondisi itu membuat nama para calon kuat capres-cawapres muncul ke permukaan.
Siasat itu dianggap sebagai ajian melihat sosok mana yang mampu mendapatkan sambutan dari rakyat Indonesia. Nama kandidat kuat capres mulai muncul dari Prabowo Subianto, Anies Baswedan, hingga Ganjar Pranowo.
Nama kandidat kuat cawapres juga tak kalah mentereng. Ada Mahfud MD, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), hingga Gibran Rakabuming Raka. Istimewanya Gibran yang terbentur karena usianya belum masuk syarat cawapres jadi yang paling populer.
BACA JUGA:
Kondisi itu didukung pula oleh banyak pengamat politik. Gibran dijagokan karena ia adalah penerus dari trah Jokowi. Jokowi yang jadi Presiden Indonesia secara tak langsung terjebak dalam politik kepentingan.
Ia dianggap akan mendukung karier anaknya berlabuh. Kehadiran nama Gibran jadi polemik di mana-mana. Pro dan kontra pun tersaji. Mereka yang mendukung Gibran maju jadi cawapres dalam Pilpres 2024 menganggap sosok anak Jokowi sebagai perwakilan generasi muda.
Mereka yang kontra menganggap kehadiran Gibran dapat membuat politik Indonesia rusak. Namun, sederet partai politik tak ambil pusing. Kebanyakan partai membuka peluang Gibran maju dengan capres yang diusungnya.
"Tapi kalau kemudian Gibran dipantaskan untuk menjadi cawapres Anies, kenapa tidak? Tapi kan sekali lagi Anies melakukan perjalanan ke Solo bukan dalam rangka itu. Anies ke Solo dalam rangka menghadiri haul. Kemudian berkesempatan Gibran bersilaturahmi dengan beliau. Terus mereka banyak bicara tentang pembangunan kota," ungkap Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Nasdem, Ahmad Ali sebagaimana dikutip lamankompas.com, 15 November 2022.
Belakangan nama Gibran dirumorkan akan mendampingi Prabowo Subianto. Narasi itu kian menguat dan membuat kehadiran Gibran seraya kontroversi baru. Namun, Wali Kota Surakarta itu menepis isu dirinya akan jadi cawapres pada 5 Mei 2023.

Gibran menganggap kehadiran sebagai cawapres sebagai hal yang tak mungkin. Ia menganggap dirinya masih minim pengalaman di dalam dunia politik. Gibran pun belum cukup umur untuk bisa maju sebagai cawapres.
"Nggakada (ajakan obrolan tentang cawapres). Itu kan rumor saja. "Umur belum cukup (wacana jadi cawapres Prabowo),wistak jawab,wispertanyaan lain, umur belum cukup.Please, umurku piro to?(umur saya berapa sih?)," ujar Gibran sebagaimana dikutip lamantempo.co, 5 Mei 2023.