JAKARTA – Sejarah hari ini, tujuh tahun yang lalu, 4 Mei 2019, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti tegaskan takkan menghentikan aksi tenggelamkan kapal pencuri ikan. Susi mengungkap takkan mendengar suara pejabat yang ingin hentikan aksinya.
Satu-satunya yang Susi dengarkan cuma Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebelumnya, Aksi penenggelaman kapal yang melakukan praktekillegal fishingbawa kehebohan. Kebanyakan mendukung aksi Susi. Ada juga yang mengkritik aksi tenggelamkan kapal.
Kehadiran kapal asing ilegal mencuri ikan di lautan Indonesia bukan barang baru. Lemahnya penegakan hukum dan tiadanya efek jera mempuni jadi muara. Aktivitas itu terus berlangsung dan masif. Semuanya berubah kala Susi Pudjiastuti muncul jadi Menteri KKP pada 2014.
Susi bermimpi supaya seluruh kekayaan laut ndonesia dapat digunakan sepenuhnya untuk kesejahteraan rakyat. Susi mulai memberikan ruang besar bagi pengusaha dan nelayan lokal yang ingin memanfaatkan hasil laut.
Susi pun mulai menyiapkan aturan supaya memberikan efek jera kepada kapal asing pencuri ikan. Ia memilih cara keras yakni penangkapan dan menghancurkan kapal pencuri ikan. Penenggelaman kapal kemudian mendapatkan restu dari Presiden Jokowi.
Alhasil, Susi kemudian tancap gas. Ia mulai membatasi ruang gerak para pencuri ikan. Penangkapan dan penenggelaman kapal terus dilakukan. Aksi tenggelamkan kapal lalu mendapatkan perhatian dari dalam dan luar negeri.
Nama Susi kemudian kesohor. Namun, aksinya juga memunculkan penolakan. Pejabat yang menolak aksi tenggelamkan kapal Susi muncul satu demi satu. Sekelas Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK) ikut bersuara menolak aksi tenggelamkan kapal ala Susi.
BACA JUGA:
JK menganggap aksi Susi dapat merusak politik luar negeri Indonesia. JK menyarankan Susi supaya kapal diamankan dan dimanfaatkan. Kapal juga bisa dilelang oleh pemerintah.
"Pandangan pemerintah, cukuplah. Ini juga menyangkut hubungan kita dengan negara lain. Ada, enggak usah saya sebut namanya. Ada protes-protes, pendekatan, diplomatik, dan macam-macam. Tetapi, tetap ada hukumnya, yakni tetap ditahan, tapi bisa saja dilelang," ujar JK sebagaimana dikutip lamanKompas.com, 9 Januari 2018.
Kritik terhadap Susi tak berhenti. Banyak yang menganggap aksi Susi berlebihan. Namun, Susi tetap milih melakukan aksi tenggelamkan kapal. Ia menegaskan takkan menghentikan aksi penenggelaman kapal pada 4 Mei 2019.
Susi menganggap takkan ada yang membuatnya menghentikan aksi tenggelamkan kapal selain Jokowi. Susi mengklaim Jokowi terus mendukung aksinya sejauh ini. Ia juga tak lupa menjelaskan bahwa penenggelaman kapal adalah opsi paling masuk akal.
Penggelaman kapal bisa memunculkan efek jera. Penenggelaman kapal juga membuat Indonesia tak harus banyak urusi oknum-oknum yang membantu para pencuri ikan.
"Karena dari Pak Jokowi masihfirm,deterrence effect. Pak Presiden belum perintahkan, Bu Susi penenggalaman kapal dihentikan, belum ada perintah ke saya. Jadi selain Pak Presiden, ya tidak akan saya dengar," ujar Susi sebagaimana dikutip lamantempo.co, 4 Mei 2019.