Bagikan:

JAKARTA – Sejarah hari ini, 10 tahun yang lalu, 30 April 2016, film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) 2 jadi film Indonesia yang sukses di Malaysia. Film rekaan Mira Lesmana dan Riri Riza itu telah tayang di 90 bioskop dengan jumlah penonton yang terus meningkat di seluruh Malaysia.

Sebelumnya, film AADC pertama kerap dianggap sebagai penanda kebangkitan perfilman Indonesia yang mati suri. Kisah cinta Rangga-Cinta kemudian melekat diingatan. Segenap penikmat film kemudian menantikan lanjutan dari kisah Rangga dan Cinta lewat AADC 2.

Perfilman Indonesia pernah dianggap mati suri di era 2000-an. Permasalahannya cukup kompleks. Tren sinetron televisi jadi salah satu penyebabnya. Kebanyakan sineas perfilman percaya perputaran uang dalam sinetron lebih banyak dan cepat, ketimbang film layar lebar yang cenderung lama.

Belum lagi problema terkait dunia film Indonesia sedang digempur oleh film produksi Hollywood, Amerika Serikat. Sederet problema itu dipandang sebagai penyebab perfilman Indonesia jalan di tempat. Namun, semuanya berubah kala Rudi Soedjarwo bersama Mira Lesmana dan Riri Riza menghadirkan film AADC pada 2002.

Film AADC begitu digemari. Orang-orang kembali berbondong-bondong ke bioskop untuk menonton kisah cinta anak SMA Rangga (Nicholas Saputra) dan Cinta (Dian Sastrowardoyo). Alih-alih hanya jadi film terlaris pada eranya, lagu tema dari AADC juga diputar di mana-mana.

Kenangan akan kisah cinta Rangga-Cinta terus bergulir. Namun, perihal kelanjutannya masing belum jelas. Masing-masing sineas yang terlibat dalam AADC pertama tampak sibuk dengan berbagai macam proyek lainnya.

Kerinduan pun kemudian terbalas. Mira Lesmana dan Riri Riza berjanji menyiapkan kembali kisah lanjutan Rangga dan Cinta. Keduanya sudah dewasa. Drama Rangga yang puitis dan Cinta yang emosional. Empunya film pun mencoba mendalami karakter dari Rangga dan Cinta yang telah terpisah lama.

"Di film kedua, Rangga sebenarnya tetap menjadi dirinya sendiri. Kita tetap bisa berimajinasi siapa sosok Rangga kemudian dan perasaan-perasaan, ekspresi-ekspresi, ungkapan-ungkapan yang dituangkan dalam bahasa itu tetap menjadi salah satu kekuatan kita,” ungkap Riri Riza sebagaimana dikutip lamanliputan6.com, 28 Januari 2016.

Hasilnya gemilang. Film AADC dua mampu mendapatkan 65 layar pada perilisannya pada 28 April 2016. Penontonnya bejibun. Antusias meningkat sehingga layar bioskopnya terus bertambah. Namun, bukan melulu penonton Indonesia saja yang kepincut dengan kisah AADC 2, penonton Malaysia juga ikutan.

Mereka tak sabar dapat menyaksikan kelanjutan dari kisah Rangga dan Cinta. Film AADC 2 tayang perdana di Malaysia dengan antusias penonton yang tinggi pada hari yang sama seperti Indonesia. Film itu tayang di 90 bioskop di Seantero Malaysia dengan penonton yang terus bertambah.

Jajaran sineas dan pemain film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) 2. (ANTARA)

Jumlah itu membuat film AADC mendapatkan sambutan positif pada 30 April 2016. Perusahaan distribusi film setempat, Primeworks Distribution mengungkap AADC jadi film sukses di Malaysia. Alhasil, Primeworks menganggap mereka tak sia-sia mengedarkan film AADC di Malaysia.

"Dengan jalan cerita menarik di samping akting setiap pemain yang mantap, saya yakin dengan film ini. Saya berharap peminat setia film ini dapat membawa serta teman-teman mereka menonton. Banyak perubahan dari segi watak dan cerita yang lebih menarik pasti membuat penonton senang menonton film ini," ungkap Pengurus Besar Inovasi dan Pengedaran Primeworks Studios, Marini Ramlan sebagaimana dikutip lamanANTARA, 30 April 2016.