Bagikan:

JAKARTA – Sejarah hari ini, lima tahun yang lalu, 28 April 2021, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Investasi. Jokowi berharap Bahlil dapat membuat investasi masuk Indonesia bejibun. Bahlil juga diyakini mempuni dalam mengatur regulasi daerah terkait investasi supaya seragam.

Sebelumnya, andil Bahlil sebagai pengusaha sukses tak perlu diragukan. Kiprah itu membuat Jokowi mengangkat jadi Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM). Bahlil dinggap mempuni dalam mengatur regulasi investasi supaya bisa merata.

Keinginan Bahlil untuk suskses sudah terlihat sedari dirinya kecil. Bahlil telah menempah dirinya sebagai sosok pekerja keras. Ia pernah jadi loper Koran hingga supir angkot. Profesi itu membuatnya mampu menyalahkan mimpi bersekolah tinggi.

Ia mampu kuliah di Fakultas Ekonomi, STIE Port Numbay, Jayapura, Papua. Masa-masa perkuliahan itu menempahnya jadi pribadi yang kritis dan punya banyak relasi. Pendidikan itu kemudian membawanya jadi pengusaha. Singkat cerita Bahlil muncul sebagai pengusaha sukses di Papua.

Ia mampu mencatatkan nama dalam berbagai sektor usaha – perkebunan, properti, transportasi, pertambangan, hingga konstruksi. Usaha-usaha itu melejitkan nama Bahlil ke panggung nasional. Bahlil lalu jadi Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) era 2015-2019.

Kehebatan Bahlil sampai ke telingga Presiden Jokowi. Jokowi menganggap Bahlil mampu memajukan dunia usaha di Indonesia. Bahlil juga dipandang mampu menyalakan iklim investasi di Indonesia. Jokowi kemudian melantik Bahlil jadi kepada BKPM pada 2019.

Pelantikan itu memunculkan pro dan kontra. Mereka yang mendukung menganggap Bahlil punya kapasitas dalam memuluskan iklim investasi Indonesia. Mereka yang kontra menganggap masih banyak calon yang lebih berbakat lainnya. Namun, pemerintah tetap mendorong Bahlil jadi bagian dari pemerintah.

“Artinya, tugas beliau (Bahlil) yang pertama sinkronkan (aturan) pusat dan daerah. Cocok enggak figurnya (Bahlil)? Cocok. Kalau (investasi) yang keluar negeri kan ada Pak Luhut. Itu benar-benar pemikiran yangout of the boxdari beliau (Jokowi),” ungkap Menteri BUMN, Erick Thohir sebagaimana dikutip lamankompas.com, 24 November 2019.

Kiprah Bahlil sebagai Kepala BKPM gemilang. ia mampu memanfaatkan pengalamannya untuk meningkatkan investasi ke daerah-daerah. Kuasa Bahlil kemudian dikuatkan oleh Presiden Jokowi dengan memberikan Bahlil tugas besar lainnya.

Jokowi kemudian menggabungkan BKPM ke dalam Kementerian Investasi. Penggabungan itu membuat Jokowi mempercayakan jabatan Menteri Investasi kepada Bahlil. Presiden Jokowi pun melantik Bahlil sebagai Menteri Investasi di Istana Negara pada 28 April 2021.

Pelantikan itu membuat Jokowi berharap banyak kepada Bahlil. Bahlil tak hanya mendapatkan tugas menumbuhkan iklim investasi dalam negeri. Ia juga berkewajiban mencarikan investor dari luar negeri untuk berinvestasi di Indonesia.

"Demi Allah, saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada UUD 1945 serta akan menjalankan peraturan Undang-Undang dengan selurus-lurusnya demi darma bhakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas dan jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan dan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab," ujar Bahlil dalam sumpahnya sebagaimana dikutip lamankompas.com, 28 April 2021.