Bagikan:

JAKARTA – Sejarah hari ini, enam tahun yang lalu, 2 Juli 2019, wacana Anies Baswedan buatkan PNS DKI Jakarta seragam 'Persija Day' saat Macan Kemayoran main jadi polemik. Kebijakan Anies dianggap aneh karena tak semua PNS suka bola.

Sebelumnya, upaya mendukung klub sepak bola lokal sering kali dilakukan kepala daerah. Dukungan itu dianggap bagian dari mendapatkan simpati warganya. Narasi itu dilakukan pula oleh Anies. Ia mencoba total dalam mendukung Persija Jakarta.

Momentum klub bola kebanggaan DKI Jakarta, Persija menang Liga 1 pada 2018 disambut dengan suka cita. Warga Jakarta pun berpesta. Anies Baswedan tak mau ketinggalan. Ia ikut merayakan Persija Jakarta menang.

Jejak dukungan Anies serupa dengan kepala daerah lainnya yang kerap mendukung tim lokal. Anies ingin pula supaya seluruh PNS DKI Jakarta melakukan hal yang sama.

Anies pun coba memikirkan langkahnya. Ia akhirnya mengumumkan wacana pembuatan seragam PNS Persija Day pada 1 Juli 2019. Seragam itu akan dikenakan tiap hari tim Macam Kemayoran bermain.

Anies Baswedan kala memberikan dukungan terhadap klub bola, Persija Jakarta. (ANTARA)

Seragam itu akan digunakan selama jam kerja. Ia membayangkan betapa bangganya PNS menggunakan seragam Persija masuk kantor. Tujuannya tak lain sebagai bentuk dukungan pemerintah provinsi kepada klub kesayangan warga Jakarta.

Anies sendiri tak ingin PNS mengenakan seragam Persija biasa – atau berbentuk kaus. Ia mencoba mencari desain yang tepat dan khusus.

Semuanya supaya seragam yang dikenakan cocok untuk rapat maupun bekerja. Anies bahkan membayangkan wacanakan akan mendapatkan dukungan luas dari PNS DKI Jakarta.

"Begini, kalau Persija ada pertandingan baru kami pakai baju Persija, tapi mau disiapkan kostumnya dulu karena desainnya beda (dengan milik Persija). Supaya kalau rapat-rapat juga tidak pakai kaus oblong. Ini enggak seharusnya sudah dibicarakan, enggak tahu bocornya dari mana," ungkap Anies sebagaimana dikutip laman tempo.co, 1 Juli 2019.

Alih-alih mendapatkan dukungan luas, wacana Anies mendapatkan tentangan. Kalangan PNS sendiri merasa ide Anies terdengar aneh sehari setelah wacana pembuatan kostum Persija Day diperkenalkan ke publik, atau pada 2 Juli 2019.

Kondisi itu karena tak semua PNS DKI Jakarta suka bola. Kalangan politikus pun tak tinggal diam. Mereka menilai langkah Anies dianggap berlebihan. Anies dianggap gagal menentukan skala prioritas, padahal masalah Jakarta bejibun.

Ada juga yang menganggap bahwa dukungan ke Persija tak harus dengan gunakan seragam. Dukungan bisa dengan ragam hal lain. jika dipaksakan wacana kostum persija untuk PNS dianggap akan membawa masalah. Dukungan tulus Anies kepada Persija dipertanyaan karena ada muatan politik.

"Banyak PR yang harus dikerjakan Pak Anies, bukan hal-hal seperti itu yang menjadi prioritas Pak Anies, gitu maksud saya. Jadi skala prioritas lah Pak Anies bekerja itu, bukan sekadar temporer seperti itu. Sudah pasti lah itu akan membebani APBD kita.”

“Kenapa tidak kita manfaatkan untuk hal-hal yang lain? Bentuk dukungan kepada Persija kan bisa saja dalam bentuk yang lain, tetapi bukan lebay seperti itu. Ya misalkan gini, ketika Persija bertanding. Pak Anies sebagai Gubernur DKI ketika (Persija) bertanding di Jakarta bisa menganjurkan kepada warga 'Yuk, kita bareng-bareng support, minimal doa kepada tim kebanggaan kita', kan seperti itu," ujar Ketua F-PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono sebagaimana dikutip laman detik.com, 2 Juli 2019.