Bagikan:

JAKARTA - Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan pada Hari Selasa, Amerika Serikat telah menyelesaikan operasi ofensifnya terhadap Iran, mengulangi pernyataan kepada Kongres hampir sebulan setelah gencatan senjata yang rapuh.

"Operasi telah berakhir – Epic Fury – seperti yang diberitahukan Presiden (Donald Trump) kepada Kongres. Kita sudah selesai dengan tahap itu," kata Menlu Rubio kepada wartawan di Gedung Putih, melansir Al Arabiya dari AFP (6/5).

Sebelumnya, Gedung Putih telah memberi tahu para anggota parlemen bahwa perang telah berakhir karena gencatan senjata, menghindari persyaratan hukum untuk meminta Kongres mengesahkan konflik yang berlangsung lebih dari 60 hari.

Meskipun demikian, Presiden Trump telah mengancam Iran dengan pembalasan besar jika menyerang kapal-kapal AS dan pada Hari Minggu mengumumkan apa yang disebut "Proyek Kebebasan" untuk membantu kapal-kapal meninggalkan Selat Hormuz, titik sempit menuju Teluk tempat Iran telah merebut kendali sebagai tanggapan atas serangan yang diterimanya.

"Ini bukan operasi ofensif; ini adalah operasi defensif," kata Menlu Rubio.

"Dan artinya sangat sederhana, tidak ada penembakan kecuali kita ditembak terlebih dahulu," tandasnya.

Israel dan Amerika Serikat menyerang Iran, dalam Operasi Epic Fury (versi AS) atau Operasi Roaring Lion (versi Israel), pada 28 Februari, yang telah menewaskan lebih dari 3.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pejabat senior.

Negeri Para Mullah membalas dengan melancarkan serangan ke wilayah Israel dan menyasar infrastruktur terkait AS di negara tetangga Timur Tengah. Iran juga melakukan kontrol ketat atas Selat Hormuz.

Presiden Trump mengumumkan gencatan senjata dengan Iran pada 8 April yang kemudian diperpanjang meskipun negosiasi dengan Teheran masih buntu.

Menlu Rubio mengatakan Amerika Serikat telah "mencapai tujuan" perang tersebut.

"Mereka menghadapi, mereka menghadapi kehancuran nyata dan dahsyat bagi perekonomian mereka," katanya, sambil menambahkan Presiden Trump masih lebih menyukai kesepakatan yang dinegosiasikan dengan Iran.