JAKARTA - Aparat penegak hukum memburu satu pelaku perampokan bertopeng yang menggasak jam mewah dari sebuah toko di dekat Istana Elysee, Paris, Prancis.
Pencurian di jantung ibu kota Prancis itu dilakukan oleh dua perampok yang menggasak 11 jam tangan mewah.
Kedua pelaku mengenakan topeng berkualitas tinggi yang menurut karyawan yang terluka, yang merupakan ayah dari manajer toko, menyerupai wajah manusia. Salah satu dari pelaku mengancam seorang karyawan dengan senjata api.
Para pencuri dilaporkan menggunakan dalih ingin menjual jam tangan Rolex sebelum memaksa karyawan tersebut untuk memasukkan 11 jam tangan ke dalam tas mereka.
"Tiba-tiba mereka mengeluarkan pistol dan berkata kepada ayah saya, 'masukkan semuanya ke dalam tas'," kata Gary Azoulay, manajer gerai Our Watches, setelah perampokan pada Hari Senin, melansir The National (5/5).
"Mereka melepaskan tembakan, hanya untuk menunjukkan kepada ayah saya bahwa itu adalah pistol sungguhan," lanjutnya.
Azoulay mengatakan dia sedang keluar untuk suatu urusan dan ayahnya sendirian di toko ketika insiden itu terjadi selama "maksimal dua menit". Toko itu terletak di Rue de Miromesnil di arondisemen kedelapan Paris.
"Istana Elysee ada di sana, namun mereka tetap datang untuk merampoknya padahal mereka tahu polisi berada di ujung jalan," kata Azoulay.
Terpisah, sumber kepolisian mengatakan kepada surat kabar harian Le Parisien, salah satu dari dua tersangka perampok ditangkap di pinggiran utara Paris, Asnieres-sur-Seine, setelah kecelakaan yang melibatkan skuter yang dikendarainya dan sebuah truk.
Sebuah selongsong peluru ditemukan di dekat tempat kejadian, tetapi pada Selasa sore tersangka lainnya masih buron.
BACA JUGA:
Jaksa Paris telah meluncurkan penyelidikan dan mengatakan perampok bertopeng itu memasuki toko dengan berpura-pura menjadi pelanggan sebelum memperlihatkan senjata dan menembak ke dinding.
Karyawan itu ditarik dengan kasar ke area pintu masuk toko sebelum perampok melarikan diri dengan seorang kaki tangan yang menunggu di atas skuter.