JAKARTA - Pemerintah Israel menyetujui anggaran sekitar270 juta dolar AS (Rp4.707.193.500.000) untuk membangun jalan yang menghubungkan permukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki.
Surat Kabar Haaretz melaporkan pada Hari Senin, Pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyetujui lebih dari 1 miliar shekel (sekitar 270 juta dolar AS) untuk membangun jalan yang menghubungkan permukiman baru di wilayah yang diduduki.
Pada fase pertama, sekitar 3 juta shekel (sekitar 1 juta dolar AS) akan dialokasikan untuk mempersiapkan rencana dan menyelesaikan pekerjaan desain awal, yang akan diajukan kepada pemerintah untuk persetujuan dalam waktu 45 hari, kata Haaretz, mengutip pernyataan pemerintah, dilansir dari Anadolu (5/5).
Pernyataan tersebut menambahkan, pendanaan untuk pekerjaan pembangunan akan diberikan sebagai alokasi tambahan dari anggaran Kementerian Keuangan.
Kendati demikian, pernyataan tersebut tidak menyebutkan lokasi di mana jalan-jalan tersebut akan dibangun.
Keputusan ini diambil di tengah percepatan aktivitas permukiman ilegal sejak pemerintahan Netanyahu menjabat pada akhir tahun 2022, dengan perluasan yang signifikan di seluruh Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur yang diduduki.
Menurut perkiraan Palestina, sekitar 750.000 pendudukan Israel tinggal di Tepi Barat, termasuk sekitar 250.000 di Yerusalem Timur, di permukiman yang dianggap ilegal menurut hukum internasional.
Sejak Oktober 2023, pasukan dan pendudukan Israel telah membunuh setidaknya 1.155 warga Palestina di Tepi Barat, melukai sekitar 11.750, dan menangkap hampir 22.000, menurut data Palestina.
BACA JUGA:
Dalam putusan penting pada Juli 2024, Mahkamah Internasional menyatakan pendudukan Israel atas wilayah Palestina ilegal dan menyerukan evakuasi semua permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.