Bagikan:

JAKARTA - Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Mark Rutte mengatakan pada Hari Senin, ada "beberapa kekecewaan" di pihak Amerika Serikat (AS) mengenai respons Eropa terhadap perkembangan terkini di Timur Tengah, tetapi menekankan para pemimpin blok itu telah "mendengar pesan tersebut" dan meningkatkan upaya mereka.

Berbicara kepada wartawan pada pertemuan Komunitas Politik Eropa di ibu kota Armenia, Yerevan, kepala NATO mengakui kekhawatiran di Washington atas reaksi Eropa terhadap konflik bersenjata yang sedang berlangsung yang melibatkan Israel, Iran dan AS.

"Seperti yang Anda ketahui, seperti yang kita ketahui, ada beberapa kekecewaan di pihak AS terkait reaksi Eropa terhadap apa yang terjadi sekarang di Timur Tengah dan kampanye Israel dan AS melawan Iran," kata Sekjen NATO dilansir dari Anadolu (5/5).

Namun, ia menggarisbawahi negara-negara Eropa merespons dengan meningkatkan dukungan logistik dan militer sesuai dengan harapan AS.

"Apa yang saya dengar dari semua kontak saya dengan para pemimpin Eropa adalah bahwa para pemimpin Eropa telah menerima pesan tersebut, mereka telah mendengar pesan dari AS dengan jelas," katanya.

Lebih lanjut Sekjen Rutte mencatat beberapa negara Eropa kini menerapkan perjanjian bilateral terkait penggunaan pangkalan dan dukungan logistik, termasuk Montenegro, Kroasia, Rumania, Portugal, Yunani, Italia, Inggris, Prancis dan Jerman.

"Saya melihat semakin banyak negara Eropa yang menempatkan dukungan logistik dan dukungan penting lainnya, misalnya, kapal pemburu ranjau, kapal penyapu ranjau di dekat medan operasi sehingga, untuk fase selanjutnya, mereka siap," tambahnya.

Mengenai pertanyaan tentang kemungkinan pengurangan pasukan AS di Jerman, Rutte menghindari detail spesifik, tetapi menegaskan kembali bahwa kekhawatiran AS yang lebih luas tidak terbatas pada satu negara, melainkan menekankan respons keseluruhan Eropa.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Pentagon mengumumkan pengurangan kehadiran pasukan AS di Jerman, pusat militer Amerika terbesar di Eropa, di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan sekutu Eropanya terkait perang Iran dan tarif.

Seorang juru bicara Pentagon mengatakan sekitar 5.000 pasukan akan ditarik dari Jerman menyusul perintah dari kepala pertahanan AS.

Pengumuman Amerika Serikat tentang rencana pengurangan 5.000 pasukan dari Jerman pada saat itu mengejutkan, kata Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas pada Hari Senin, melansir Al Arabiya dari Reuters.

"Waktu pengumuman ini mengejutkan. Saya pikir ini menunjukkan bahwa kita benar-benar harus memperkuat pilar Eropa di NATO, dan kita benar-benar harus berbuat lebih banyak," kata Kallas, saat tiba di KTT Komunitas Politik Eropa di Armenia.

"Pasukan Amerika tidak hanya berada di Eropa untuk melindungi kepentingan Eropa, tetapi juga kepentingan Amerika," tambahnya.