JAKARTA - Iran telah menerima tanggapan Amerika Serikat terhadap proposal 14 poinnya yang bertujuan untuk mengakhiri perang dan saat ini sedang meninjaunya, demikian dikonfirmasi oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baghaei pada Hari Senin.
"Kami telah menerima tanggapan dari pihak Amerika dan sedang meninjaunya, dan kami pasti akan mengumumkan pandangan kami melalui mediasi Pakistan segera setelah kami mencapai kesimpulan," kata Baghaei dalam konferensi pers yang dikutip oleh kantor berita IRNA milik negara, dilansir dari Anadolu (4/5).
Ia menuduh Washington melakukan "tuntutan yang berlebihan dan tidak masuk akal," dengan alasan bahwa praktik ini berarti "tidak mudah" untuk meninjau proposal tersebut.
Laporan media tentang negosiasi mengenai program nuklir Iran "sebagian besar spekulasi," kata Baghaei.
"Masalah yang diangkat tentang pengayaan atau bahan nuklir murni bersifat spekulatif, dan pada tahap ini kami tidak membicarakan apa pun selain pengakhiran perang sepenuhnya, dan arah yang akan kami ambil di masa depan akan ditentukan di masa mendatang," jelas Baghaei.
Diketahui, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, memicu pembalasan dari Teheran terhadap Israel, serta sekutu AS di Teluk, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.
Sejak 13 April, AS telah memberlakukan blokade angkatan laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di jalur perairan strategis tersebut.
BACA JUGA:
Gencatan senjata selama dua minggu diumumkan pada 8 April melalui mediasi Pakistan, diikuti oleh pembicaraan langsung di Islamabad pada 11 April, tetapi tidak ada kesepakatan yang tercapai mengenai gencatan senjata yang langgeng.
Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa menetapkan batas waktu baru, setelah permintaan dari Pakistan.