Bagikan:

JAKARTA - Peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Republik Indonesia dengan Republik Demokratik Rakyat Laos merupakan momentum untuk memperkuat kemitraan kedua negara.

Hal tersebut dikatakan Menteri Luar Negeri RI Sugiono saat menerima kunjungan kerja Menteri Luar Negeri Laos Thongsavan Phomvihane di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Sanin (4/5).

Dalam keterangannya Kemlu RI mengatakan, pertemuan kedua diplomat utama masing-masing negara tersebut difokuskan pada penguatan kemitraan Indonesia–Laos, khususnya menjelang peringatan 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara pada 2027 mendatang.

"Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat kemitraan kedua negara baik di bidang politik, ekonomi, maupun people-to-people contact," ujar Menlu Sugiono, melansir keterangan Kemlu RI.

Dalam kesempatan kal ini, Indonesia dan Laos menekankan pentingnya mengaktifkan kembali mekanisme Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) sebagai platform utama untuk mendorong implementasi kerja sama yang lebih konkret antara kedua negara.

pertemuan bilateral menlu ri dengan menlu laos
Pertemuan bilateral Indonesia dengan Laos. (Sumber: Kemlu RI)

Di bidang politik dan keamanan, kedua negara menyoroti maraknya kejahatan lintas negara seperti penipuan daring dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang turut melibatkan Warga Negara Indonesia. Menlu RI menekankan pentingnya implementasi efektif kerangka kerja sama yang telah ada guna menjaga stabilitas keamanan di kawasan.

Kedua Menteri membahas upaya peningkatan perdagangan, investasi, konektivitas, dan pariwisata sebagai motor penggerak perekonomian. Indonesia mendorong penguatan kerja sama strategis di sektor potash sebagai bahan baku pupuk, yang berpotensi menjadi salah satu proyek unggulan dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan kawasan. Di saat yang sama, Indonesia juga mendukung upaya Laos dalam penguatan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.

Selain itu, kedua Menlu sepakat kerja sama antar masyarakat perlu diperkuat melalui pendidikan dan pertukaran pemuda serta budaya, dan menekankan bahwa kesamaan nilai dan warisan budaya sebagai modal penting untuk semakin mempererat hubungan antar masyarakat.

Dalam pembahasan isu kawasan dan global, kedua Menteri menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan sentralitas ASEAN di tengah dinamika geopolitik. Keduanya menekankan perlunya memperkuat kerja sama antarnegara ASEAN serta mengedepankan nilai dialog, saling menghormati, dan kepercayaan untuk menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.

Kunjungan ini merupakan kunjungan pertama Wakil Perdana Menteri/Menteri Luar Negeri Laos ke negara di kawasan Asia Tenggara, sejak pembentukan pemerintahan baru Laos pada Maret lalu. Pertemuan ini mencerminkan upaya aktif Indonesia dalam memperkuat kerja sama dengan negara-negara tetangga, sekaligus menegaskan peran Indonesia sebagai mitra strategis Laos di kawasan.