JAKARTA - Penandatanganan kesepakatan konsultasi politik meningkatkan dialog Indonesia dan Mongolia, kata Menteri Luar Negeri RI Sugiono Hari Rabu.
Itu disampaikan Menlu Sugiono usai pertemuan bilateral dengan Menlu Mongolia Battsetseg Batmunkh di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta.
Dalam pertemuan ini kedua menteri luar negeri menegaskan komitmen bersama untuk meningkatkan kerja sama bilateral di berbagai bidang.
Salah satu hasil utama pertemuan kali ini adalah penandatanganan Memorandum on Understanding (MoU) on Political Consultation.
"Penandantangan MoU meningkatkan dialog antar kedua negara, serta menjadi landasan untuk meningkatkan kesepahaman mengenai kepentingan kedua negara terhadap isu-isu bersama, regional, serta global," sebut Menlu RI, Rabu 21 Mei.
Lebih jauh Menlu RI juga menyoroti potensi besar yang belum tergali, terutama untuk investasi dan perdagangan komoditas seperti produk-produk peternakan dan pertanian yang dapat memperkuat hubungan antar kedua negara dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan.
Menyambut hal tersebut, Menlu Mongolia secara khusus mengajak investor asal Indonesia untuk terlibat dalam pengembangan industri-industri potensial seperti pertambangan, pengembangan infrastruktur dan energi yang belum banyak tergali di Indonesia.
Di bidang hubungan masyarakat, Pendidikan dan budaya, Indonesia menawarkan beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) kepada mahasiswa Mongolia dan mengajak negara itu untuk mendorong kemudahan dalam mendapatkan visa.
Selain itu, penguatan hubungan budaya melalui pusat seperti Mongolian Cultural Center di Tanjung Lesung dan kerja sama capacity building juga diangkat dalam diskusi kedua menteri luar negeri.
BACA JUGA:
Menteri Luar Negeri RI menyatakan optimismenya, pertemuan ini akan membuka jalan bagi kemajuan nyata menuju peringatan 70 tahun hubungan diplomatik RI - Mongolia.
"Saya berterima kasih atas komitmen kerja sama dari Menlu Battsetseg Batmunkh. Tim saya akan segera menindaklanjuti kesepakatan ini," pungkas Menlu Sugiono.
Diketahui, pertemuan bilateral ini menandai langkah penting dalam memperkuat hubungan diplomatik kedua negara yang telah terjalin sejak 22 Desember 1956 dan akan genap berusia 70 tahun pada 2026 mendatang.