Bagikan:

JAKARTA - Rusia mengatakan pada Hari Selasa, Ukraina harus memutuskan apakah akan bekerja sama atau tidak dalam membahas nota kesepahaman menjelang kemungkinan perjanjian damai di masa mendatang yang telah dibahas Moskow dengan Amerika Serikat.

Presiden Rusia Vladimir Putin, setelah menelepon Presiden Donald Trump mengatakan, Moskow siap bekerja sama dengan Ukraina untuk membuat nota kesepahaman tentang perjanjian damai di masa mendatang dan bahwa upaya untuk mengakhiri perang di Ukraina berada di jalur yang benar.

Presiden Putin mengatakan, pembahasan tentang nota kesepahaman tersebut akan mencakup prinsip-prinsip penyelesaian dan waktu serta definisi gencatan senjata yang memungkinkan, termasuk kerangka waktunya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan, ia berharap Ukraina mengambil apa yang disebutnya sebagai posisi yang konstruktif terkait dengan kemungkinan pembicaraan tentang nota kesepahaman yang diusulkan demi "keberlangsungan hidupnya" sendiri.

"Sekarang, oleh karena itu, bola ada di tangan Kyiv," kata Zakharova kepada wartawan, seraya menambahkan itu adalah momen yang penting, melansir Reuters 20 Mei.

Dia mengatakan, setelah Presiden Putin mengusulkan perundingan perdamaian langsung dengan Ukraina, sekutu Eropa Kyiv telah mencoba mencegah dimulainya kembali dialog langsung, tetapi pihak Eropa pada akhirnya gagal.

Mengenai sanksi Uni Eropa yang baru diumumkan, Zakharova mengatakan Rusia tidak akan pernah tunduk pada ultimatum dari siapa pun, seraya menambahkan bahwa jelas Eropa ingin mempersenjatai kembali Ukraina untuk melanjutkan perang.