JAKARTA – Memori hari ini, empat tahun yang lalu, 15 Februari 2021, hadiah Raja Salman untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) senilai Rp8,7 miliar resmi milik negara. Hadiah yang diberikan itu terdiri atas berbagai macam barang, dari cincin, gelang, hingga kalung emas.
Sebelumnya, sudah menjadi tradisi di antara pemimpin negara yang berjumpa terus memberikan hadiah. Hadiah itu sebagai bentuk menjaga hubungan politik luar negeri. Jokowi pun tak ketinggalan. Ia banyak mendapatkan hadiah kala berkunjung ke luar negeri.
Politik luar negeri butuh kedekatan antara kepala negara. Kondisi itu punya pengaruh besar dalam banyak hal. Kerja sama jadi lancar. Bantuan luar negeri jadi mengalir. Pola kedekatan dengan negara sahabat bahkan sudah dirintis sejarah era Presiden Soekarno.
Bung Karno kerap melangsung kunjungan ke luar negeri dan mengisi pesawat kepresidenan dengan banyak hadiah berupa karya seni. Pertukaran hadiah antar kedua kepala negara pun dilakukan. Tujuannya sudah jelas untuk meningkatkan keakraban dalam peta politik luar negeri.
Pola yang sama terus dilakukan. Pemimpin harus memberikan hadiah ke pemimpin lainnya. Hadiah yang diberikan pun tak sembarangan. Beberapa di antaranya dapat mencapai harga yang fantasistis. Ambil contoh kala Presiden Jokowi berkunjung ke Arab Saudi pada 15 Mei 2019.
Jokowi berjumpa dengan penguasa Arab Saudi, Raja Salman. Kunjungan kenegaraan itu berlangsung dengan penuh suka cita. Istimewanya Jokowi dan jajarannya tak pulang dengan tangan kosong. Mereka mendapatkan banyak hadiah dari Raja Salman.
Hadiah untuk Jokowi sendiri mencapai harga Rp8,7 miliar. Hadiah itu terdiri dari gelang, kalang, cincin, jam tangan, pulpen, minyak wangi, tasbih, hingga Al Quran. Hubungan persahabatan dengan Raja Salman pun berlangsung hangat dan terjaga.
Raja Salman bahkan sempat mengucapkan selamat kepada Jokowi yang terpilih kembali sebagai sebagai Presiden Indonesia. Ucapan selamat itu diberikan tepat beberapa hari setelah rangkumnya proses hitung suara KPU pada 23 Mei 2019.
"Atas nama rakyat dan pemerintah Kerajaan Arab Saudi, saya mengucapkan selamat kepada Joko Widodo atas terpilihnya kembali sebagai Presiden RI. Semoga rakyat Indonesia semakin maju dan makmur," ujar Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dalam keterangannya sebagaimana dikutip laman ANTARA, 23 Mei 2019.
Hadiah dari Raja Salman ke Jokowi tak serta merta jadi milik pribadi. Namun, sepulang dari Arab Saudi Jokowi langsung melaporkan hadiahnya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Semua itu karena pada dasarnya pejebat pemerintah dilarang menerima hadiah.
BACA JUGA:
Hadiah bernilai Rp8,7 miliar diserahkan kepada KPK. Puncak, KPK lalu menyerahkan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) pada 15 Februari 2021. Artinya, barang-barang tersebut sekarang resmi jadi milik negara.
Rencananya hadiah dari Raja Salman rencananya akan masuk museum. Perihal waktu masih belum jelas.
“Seluruh barang-barang gratifikasi yang telah dilaporkan oleh Presiden Jokowi kepada KPK ditetapkan menjadi milik negara dengan Keputusan. Sesuai peraturan, setelah Keputusan ditetapkan maka KPK wajib menyerahkan barang-barang dimaksud kepada Kemenkeu melalui DJKN,” kata Plt. Direktur Gratifikasi dan Pelayanan Publik KPK, Syarief Hidayat sebagaimana dikutip laman kompas.com, 15 Februari 2021.