Empat Narapidana Coba Kabur dari Penjara Alcatraz yang Kejam dalam Sejarah Hari Ini, 13 April 1943
Penampakan Penjara Alcatraz (Sumber: Commons Wikimedia)

Bagikan:

JAKARTA - Pada 13 April 1943, tepatnya 9.30 pagi, empat narapidana bersenjatakan belati mengalahkan petugas Penjara Alcatraz. Pelarian ini menambah deretan panjang upaya pelarian sekaligus kegagalan dalam upaya kabur dari Penjara Alcatraz yang kejam dan menyeramkan.

Setelah menyerang dengan belati, para narapidana itu mengikat dan menyumpal penjaga nahas bernama Smith tersebut. Tak lama kemudian, Kapten Henry Weinhold memantau Smith tak siaga di posisi jaganya.

Saat ia mencari Smith dan memasuki ruangan, ia juga dikalahkan oleh keempat narapidana tersebut. Mengutip Sfgenealogy.org, para narapidana tersebut adalah James A. Boarman, Harold Martin Brest, Floyd G. Hamilton, dan Fred Hunter.

Penjara Alcatraz (Sumber: Commons Wikimedia)

Mereka kabur dari penjara melalui jendela. Mereka hanya mengenakan pakaian dalam dan berlumuran minyak. Mereka lalu terjun bebas dari ketinggian 9 meter ke laut.

Smith lalu berhasil meraih peluitnya, yang kemudian ditiup Wienhold. Pada saat yang sama, petugas bernama Frank Johnson yang berada di luar melihat para narapidana melarikan diri.

Alarm dibunyikan. Penjaga menara mengarahkan senjata kepada para narapidana yang sudah berada di laut dan mulai menembakannya.

Pengejaran narapidana Penjara Alcatraz

Salah seorang narapidana, yaitu Harold Martin Brest memegangi narapidana lain, James A. Boarman yang tidak sadarkan diri. Saat Brest berhasil dicengkeram oleh seorang penjaga, dia melepaskan Boarman yang lalu hilang tenggelam.

Para penjaga yakin Boarman mati tertembak sebelum tenggelam. Sementara, narapidana lainnya, Fred Hunter mendapat luka di punggung dan tangannya.

Ia menyerah dari upaya terus berenang dan mencari perlindungan di gua terdekat. Penjaga yang membawa kapal lalu ke pintu masuk gua.

Pemandangan dari menara pengawas di Pulau Alcatraz (Sumber: Commons Wikimedia)

Salah satu penjaga menyuruhnya keluar. Ketika dia tidak menanggapi, penjaga itu melepaskan tembakan pistol. Hunter kemudian keluar. Perburuan narapidana pun lalu dilanjutkan.

Hamilton, yang dianggap telah mati sesungguhnya bersembunyi di gua yang sama dengan Hunter. Tiga hari kemudian dia naik kembali ke tebing dan bersembunyi di bawah tumpukan material di gudang sebuah bangunan.

Kapten Weinhold, saat mencari peralatan, menemukan Hamilton keesokan paginya tanpa luka tembak. "Kami yakin Hamilton sudah mati. Dia ditembak, dan kami melihatnya tenggelam," kata sipir bernama James A. Boarman.

Mereka yang dipenjara di Alcatraz, mencoba kabur, dan gagal

Lorong di dalam Penjara Alcatraz (Sumber: Commons Wikimedia)

Pulau Alcatraz terletak di 2,4 kilometer di lepas Pantai Teluk San Fransisco. Sebelum dijadikan area penjara, Pulau Alcatraz adalah surga burung laut. Pulau tersebut kemudian dieksplorasi oleh Letnan Juan Manuel de Ayala dari Spanyol pada 1775.

Ayala menamai pulau itu Isla de los Alcatraces atau secara harfiah diartikan "Pulau Pelikan". Dibentengi oleh Spanyol, Pulau Alcatraz lalu dijual ke Amerika Serikat (AS) pada 1849.

Pada 1854, Alcatraz dijadikan sebagai rumah mercusuar pertama di pantai California. Mulai 1859, sebuah detasemen Angkatan Darat AS ditempatkan di Alcatraz.

Lalu, mulai 1868, Alcatraz digunakan untuk menampung para penjahat militer. Selain tentara AS yang dianggap pemberontak, tahanan yang ada di penjara itu adalah mata-mata, tentara AS yang bertempur di Filipina lalu membelot untuk Filipina, dan warga sipil China yang melawan Angkatan Darat AS selama pemberontakan Boxer.

Pada 1907, Alcatraz ditetapkan sebagai Penjara Militer AS Cabang Pasifik, hingga akhirnya pada 1934, Penjara Alcatraz juga menampung narapidana federal. Meski banyak narapidana yang mencoba kabur, tak ada yang benar-benar berhasil lolos dari penjara tersebut.

Suasana di halaman Penjara Alcatraz (Sumber: Commons Wikimedia)

Bahkan banyak tahanan yang kabur lalu tenggelam di perairan berbahaya Teluk San Francisco dan tidak pernah ditemukan jasadnya. Kisah pelarian tiga pria pada 1962, Frank Morris dan saudara laki-lakinya John dan Clarence Anglin, menginspirasi film yang dirilis pada 1979, Escape from Alcatraz.

Mengutip History, narapidana bernama John Giles kabur dengan naik perahu pada 1945. Ia berhasil mengelabui penjaga karena mengenakan seragam tentara yang dicurinya sedikit demi sedikit.

Tetapi ia diinterogasi oleh petugas yang mencurigainya setelah berhasil meraih daratan. Giles lalu dikirim kembali ke Alcatraz.

Hanya satu orang, John Paul Scott, yang tercatat kabur dengan berenang dan berhasil meraih daratan. Tetapi ketika dia sampai di daratan, ia mengalami kelelahan dan hipotermia di kaki Jembatan Golden Gate. Polisi menemukannya terbaring tak sadarkan diri dan dalam keadaan syok.

Ditutupnya Penjara Alcatraz

Pada 1963, Jaksa Agung AS Robert F.Kennedy memerintahkan penutupan Penjara Alcatraz dengan alasan tingginya biaya pemeliharaan. Selama 29 tahun berjalan, Alcatraz menampung lebih dari 1.500 narapidana.

Pada Maret 1964, sekelompok orang Indian Sioux menduduki sebentar pulau itu, mengutip perjanjian 1868 dengan suku Sioux yang mengizinkan orang Indian mengklaim "tanah pemerintah yang tidak dihuni."

Pada November 1969, hampir seratus mahasiswa dan aktivis Indian memulai pendudukan yang lebih lama di pulau itu. Mereka kemudian diusir oleh polisi federal pada Juni 1971.

Pada 1972, Pulau Alcatraz dibuka untuk umum sebagai bagian dari Kawasan Rekreasi Nasional Golden Gate yang dikelola oleh National Park Service. Lebih dari satu juta wisatawan mengunjungi Pulau Alcatraz dan bekas penjara setiap tahunnya.

*Baca Informasi lain soal SEJARAH DUNIA atau baca tulisan menarik lain dari Putri Ainur Islam.

 

SEJARAH HARI INI Lainnya