Pedro Lascurain, Sejarah Presiden dengan Masa Jabatan Hanya 45 Menit
Presiden tersingkat di dunia, Pedro Lascurain (bertubuh paling jangkung) saat menjabat Menlu dalam kabinet Presiden Meksiko, Francisco Ignacio Madero (tengah). (Wikimedia Commons)

Bagikan:

JAKARTA – Sejarah mencatat Pedro Lascurain adalah presiden dengan masa jabatan tersingkat di dunia. Setelah terpilih sebagai Presiden Meksiko ke-38 pada 19 Februari 1913, Lascurain dijatuhkan dari tahtanya 45 menit kemudian.

Lahir dari keluarga kaya raya di Mexico City pada 8 Mei 1856, Lascurain yang berdarah Basque menuntaskan pendidikannya sebagai Sarjana Hukum. Karier politiknya dimulai dari tingkat lokal, sebagai Wali Kota Mexico City pada 1910.

Pedro Lascurain, Presiden Meksiko ke-38 yang tercatat sebagai presiden dengan masa jabatan tersingkat di dunia, hanya 45 menit pada 19 Februari 1913. (Wikimedia Commons)

Lascurain sempat dua kali diangkat sebagai Menteri LUar Negeri, di bawah pemerintahan Presiden Francisco Ignacio Madero pada 1911-1913. Sebagai Menlu, Lascurain dikenal punya hubungan dekat dengan Amerika Serikat lewat relasinya dengan Henry Lane Wilson, Dubes AS untuk Meksiko saat itu.

Pada awal abad XX perpolitikan Meksiko diwarnai pergolakan lewat kudeta militer. Presiden Madero kena getahnya, ketika dia dikudeta Komandan Tentara Federal Meksiko, Jenderal Jose Victoriano Huerta pada 19 Februari 1913. Dari situlah kiprah Lascurain tercatat dalam sejarah.

Pendukung Kudeta Huerta

Ada anggapan bahwa Lascurain adalah boneka Amerika, dan punya peran terhadap kejatuhan Madero. Itu karena kudeta yang dilakukan Jenderal Huerta terhadap Presiden Madero, mendapat dukungan dari Jerman dan Amerika.

Selama 10 hari, tentara pimpinan Huerta melakukan represi terhadap para pendukung Madero. Tak tahan terus-terusan digencet, Madero akhirnya mengundurkan diri.

Secara konstitusional seharusnya jabatan presiden jatuh ke wakilnya, namun saat itu Madero tak punya wakil karena Wapres Jose Mario Pino Suarez juga ikut dijatuhkan. Urutan berikutnya adalah Jaksa Agung. Namun lagi-lagi Jaksa Agung Meksiko, Adolfo Vales Baca juga sudah dicampakkan oleh Kudeta Huerta.

Jenderal Hugo Victoriano Huerta (duduk tengah) saat menjabat Presiden Meksiko ke-39, dan tidak membawa Pedro Lascurain ke dalam kabinetnya. (BBC Mundo)

Tak ada pilihan lain kecuali Lascurain sebagai Menteri Luar Negeri yang lantas dikukuhkan sebagai Presiden Meksiko. Setelah dikukuhkan, Lascurain langsung mengangkat Huerta sebagai Menteri Dalam Negeri.

Cerita belum berhenti sampai di situ. Tokoh yang ngebet menjadi presiden sebenarnya Huerta. Agar kudeta yang dilakukan terkesan legal, Lascurain kemudian segera mengundurkan diri dan menyerahkan jabatan presiden kepada Huerta. Jadilah Huerta sebagai Presiden ke-39, dan Lascurain dicatat sebagai presiden dengan masa jabatan tersingkat di dunia.

Miskin Pengalaman Politik

Drama politik yang menggelitik di Meksiko tersebut lantas menjadi bahan investigasi, dan pelajaran sejarah yang dikenang sepanjang masa. Lascurain adalah orang kaya, berpendidikan tinggi, namun miskin pengalaman politik. Itu sebabnya dia tak punya gigi, menjadi politikus tanpa prinsip yang sangat gampang diombang-ambingkan kepentingan.

“Lascurain hanya dikenal dalam sejarah dunia sebagai Presiden Meksiko dengan masa jabatan hanya 45 hari, tidak lebih. Dia tidak meninggalkan warisan apapun dalam karier politiknya. Tak ada yang bisa melihat kerja nyatanya sebagai wali kota, maupun Menlu,” ujar sejarawan Meksiko, Graziera Altamirano kepada BBC Mundo.

“Dia seharusnya mampu memanfaatkan posisi strategisnya sebagai Menlu, yang dekat dengan Amerika Serikat. Sayang dia berhubungan dengan Wilson, Duta Besar AS untuk Meksiko terburuk yang pernah menjabat,” ujar Altamirano melanjutkan.

Lascurain dipandang ikut berperan menjatuhkan demokrasi Meksiko ke tangan pemerintahan yang kembali represif. Madero merupakan Presiden Meksiko pertama yang dipilih secara demokratis, setelah negeri itu berada dalam cengkeraman pemerintahan represif rezim militer pimpinan Jenderal Porfirio Diaz selama 30 tahun!

Madero berusaha membuat Meksiko lebih mandiri, dan itu tidak disenangi tetangganya yang jauh lebih besar, Amerika Serikat. Lewat Dubes Wilson, Amerika terus mengintervensi perpolitikan Meksiko demi melindungi kepentingan bisnis mereka yang sudah nyaman di bawah rezim Jenderal Diaz.

Peran Lascurain sebenarnya sangat diharapkan untuk melakukan diplomasi, sehingga Meksiko tak terlalu diintervensi. Namun Lascurain tak mampu melakukannya, dan menyerah dalam tekanan Wilson sebagai Dubes AS.

Jenderal Porfirio Diaz, diktator yang memerintah Meksiko selama 30 tahun sebelum ditumbangkan pada 1911. (Wikimedia Commons)

Meksiko pernah mengalami trauma buruk dalam relasi dengan Amerika Serikat. Pada abad-19, Negeri Sombrero kehilangan setengah luas wilayahnya akibat diambil alih tetangga besarnya itu dalam perang Meksiko-AS.

Tanpa pengetahuan politik yang mumpuni, Pedro Lascurain hanya digunakan sebagai boneka untuk menanamkan kepentingan Amerika di Meksiko. Kebodohan Lascurain hanya menghasilkan reputasi sebagai presiden dengan masa jabatan tersingkat di dunia, 45 menit!