Bagikan:

JAKARTA - Pihak Sarwendah dengan tegas membantah tuduhan yang menyebut dirinya telah menghalangi Ruben Onsu untuk bertemu dengan anak-anak mereka selama dua bulan.

Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, menyatakan bahwa tuduhan tersebut bohong dan pihaknya memiliki bukti kuat yang menunjukkan pertemuan masih terjadi dalam hitungan minggu.

"Ini hal yang lucu ya. Maksudnya, kami di sini bawa bukti chat-nya, pertemuan itu, ya, kapan pertemuannya ada," ujar Abraham Simon, anggota tim hukum Sarwendah di kawasan Jakarta Selatan, Rabu, 19 November.

"Dan itu tidak 2 bulan kok, gitu loh. Belum lama kok, masih dalam hitungan minggu," lanjutnya.

Chris Sam Siwu menambahkan bahwa pihaknya juga memiliki bukti berupa pesan suara (voice note) dari anak-anak yang tidak dibalas oleh Ruben Onsu.

"Coba ditanya aja ke pihak RSO, anaknya itu WA, anaknya itu kirimkan voice note, dibalas enggak?" ungkap Chris.

Menurutnya, permasalahan yang ada hanyalah soal komunikasi, bukan larangan. Ia menjelaskan bahwa Sarwendah selalu mendahulukan keinginan anak.

"Wajarlah parenting-nya Bu Wenda ini mendahulukan kepentingan anak. Ya, jadi permintaan anak, ya, itu yang diikuti. Berbenturan dengan apa yang diminta Ruben, ya, pasti Wenda pasti akan lebih nurut kepada apa yang diminta oleh anaknya," pungkasnya.

Merasa kliennya terus-menerus disudutkan dengan berbagai narasi negatif, tim kuasa hukum Sarwendah memberikan sebuah peringatan keras.

Mereka mengisyaratkan bahwa jika Sarwendah terus dipojokkan, ada kemungkinan ia akan mengungkapkan seluruh cerita rumah tangganya selama ini, yang diyakini bisa membuat publik gempar.

Chris Sam Siwu, menyatakan bahwa kliennya selama ini telah bersabar dan menjaga nama baik keluarga dengan tidak pernah berbicara jelek. Namun, kesabaran tersebut ada batasnya.

"Tidak menutup kemungkinan apabila klien kami terus dipojokkan, klien kami akan bisa jadi menyampaikan apa adanya sebagai curhatan seorang istri selama ini, gitu," ujar Chris.

"Kalau seandainya Bu Wenda bercerita dari awal pernikahan sampai akhir, mungkin Indonesia bisa heboh juga, gempar juga dengan ceritanya beliau. Ya, tapi itu tidak dilakukan," sambungnya.

Peringatan ini menjadi sinyal bahwa masih banyak hal yang belum terungkap ke publik. Pihak Sarwendah pun berharap agar semua pihak bisa menahan diri dan menyelesaikan masalah secara baik-baik tanpa terus menyudutkan kliennya.