YOGYAKARTA – Ada banyak metode yang digunakan untuk menjernihkan air salah satunya dengan memanfaatkan oksigen. Dalam ilmu fisika, proses penjernihan air dengan mengisikan oksigen di dalam air disebut dengan aerasi. Proses penjernihan air dengan oksigen itu akan membantu menghilangkan zat-zat yang berpengaruh pada air bisa hilang. Untuk memahami informasi lebih lanjut simak artikel berikut ini.
Proses Penjernihan Air dengan Mengisikan Oksigen di Dalam Air
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring, aerasi diartikan sebagai penambahan oksigen ke dalam air. Penambahan tersebut dilakukan dengan memancarkan air atau melewatkan gelembung udara ke dalam air.
Aerasi memang jadi salah satu teknik pengolahan air agar lebih bersih. Penambahan oksigen dalam teknik aerasi dilakukan untuk mengambil zat cemar dengan begitu zat tersebut bisa berkurang banyak atau hilang sama sekali. Secara garis besar beberapa manfaat menjernikah air dengan oksigen adalah sebagai berikut.
- Menghilangkan rasa dan bau pada air
- Menghilangkan gas di air yang tidak dibutuhkan seperti CO2, methane, hydrogen sulfida
- Meningkatkan derajat keasaman air, hal itu bisa tercapai karena kadar CO2 dihilangkan
- Menurunkan kadar besi (Fe) dan magnesium (Mg)
Cara Menjernihkan Air dengan Sistem Aerasi
Proses penjernihan air dengan cara aerasi bisa dilakukan dengan alat sederhana. Untuk melakukannya, diperlukan beberapa alat dan bahan yakni sebagai berikut.
- Wadah air, bisa ember, tong, galon besar, dan sebagainya
- Pipa atau selang berlubang kecil
- Pompa akuarium atau alat semprot manual (opsional)
- Batu aerasi atau batu gelembung (opsional)
- Pasir, kerikir, dan arang
Setelah alat dan bahan tersedia, ikuti teknik penjernihan air berikut ini.
- Masukkan air ke dalam wadah terbuka
- Setelah itu mulai masukan udara ke dalam air selama 30 menit. Proses tersebut bisa dilakukan dengan beberapa cara yakni
- Mengguyurkan air dari ketinggian sekitar 1–2 meter dengan maksud saat air jatuh di dalam ember akan muncul buih;
- Bisa juga dengan memakai pompa udara dan batu aerasi untuk menghasilkan gelembung kecil
BACA JUGA:
- Setelah proses aerasi berhasil terjadi, air dialirkan dengan popa yang telah diberi beberapa lapisan penyaring seperti pasir, kerikir, arang, dan sebagainya. Proses penyaringan ini dilakukan untuk menyaring partikel padat hasil oksidasi sehingga menghasilkan air bersih.
Keunggulan Penjernihan Air dengan Metode Aerasi
Penjernihan air dengan aerasi banyak disukai karena memiliki beberapa keunggulan yakni sebagai berikut.
- Tanpa bahan kimia sehingga lebih aman
Metode aerasi sangat ramah lingkungan karena tidak memerlukan bahan tambahan seperti kaporit atau tawas. Dengan begitu hasil air yang disaring bisa dikonsumsi.
- Peralatan sederhana dan murah
Bahan dan peralatan yang dibutuhkan dalam penyaringan air aerasi cenderung sederhana, murah, dan mudah didapatkan.
- Perawatan mudah
Sistem penyaringan berbasis aerasi juga mudah dirawat dan dibersihkan tanpa keterampilan khusus. Pengoperasiannya juga lebih sederhana.
- Dapat dikombinasikan dengan sistem penyaringan lain
Setelah aerasi, air bisa langsung disaring menggunakan pasir, kerikil, atau arang aktif untuk hasil yang lebih jernih dan aman. Atau jika ingin mengombinasikan sistem penyaringan lain juga bisa.
Itulah informasi terkait proses penjernihan air dengan mengisikan oksigen di dalam air. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.