Benarkah Cuka Apel Bisa Mengatasi Jerawat? Untuk Kulit Sensitif, Hati-Hati
Ilustrasi tumbuh jerawat di wajah (Pexels/Andrea Piacquadio)

Bagikan:

JAKARTA – Jerawat sering membuat gemas, ingin dipencet tetapi khawatir bekasnya membekas. Apabila dibiarkan akan mengganggu penampilan. Lantas apa yang bisa dilakukan? Tak sedikit wanita mencoba-coba bahan alami untuk mengatasi jerawat, termasuk dengan mengobatinya dengan vinegar.

Apakah benar cuka apel atau yang biasa disebut dengan vinegar bisa mengatasi jerawat? Vinegar cuka apel atau disebut juga apple cider vinegar kerap dipakai untuk mengatasi jerawat. Biasanya, vinegar dipakai untuk kebutuhan dapur, misalnya untuk bahan tambahan memasak.

Sebab mengandung asam yang cukup tinggi, vinegar amannya dipakai untuk kulit wajah apabila ditambahkan atau diencerkan dengan air. Tetapi setelah dioleskan akan menimbulkan sensasi tak biasa, seperti sedikit perih, ada rasa terbakar hingga gatal-gatal.

Apakah semua jenis kulit boleh mengobati jerawat dengan vinegar cuka apel? Untuk Anda yang memiliki kulit kering dan sensitif tidak disarankan untuk mengatasi jerawat dengan bahan ini. Sebab, agar tak memicu infeksi lebih parah lebih baik dihindari.

Nah, yang penting untuk diketahui bahwa vinegar hanya bisa menghalau bakteri saja. Artinya tak dapat mengobati jerawat yang sudah tumbuh.

Dilansir Healthline, Sabtu, 08 Mei, bakteri penyebab jerawat atau proponobacterium acnes atau bakteri penyebab jerawat dapat berkurang hingga 80 persen apabila mengenakan vinegar.

 

Vinegar memang bukan solusi yang bisa diandalkan ketika tumbuh jerawat di wajah. Tetapi untuk mengurangi potensi tumbuh jerawat, maka dapat merawat wajah dengan vinegar cuka apel. Hanya saja Anda perlu memastikan kondisi kulit terlebih dahulu sebelum memakainya.

Karena asam dalam vinegar bersifat eksfoliatif atau mengangkat serta mengikis sel kulit mati, artinya tak baik memakainya terlalu sering. Cara memakainya, campurkan dengan air dan oleskan pada beberapa bagian di wajah yang lapisan kulitnya perlu diperbaiki.

Hindari mengoleskannya ke seluruh wajah sebab, setiap bagian kulitnya memiliki kondisi yang berbeda-beda. Misalnya, pada area T lebih berminyak dibanding area lain seperti pipi. Berdasarkan rekomendasi ahli yang dilansir dari Little Things, kenakan selama dua hingga tiga hari saja setelah itu hentikan.

Telah dijelaskan di atas bahwa terlalu sering mengenakannya bisa membuat kulit jadi merah dan mengelupas. Dan jangan lupa untuk mengencerkan dahulu agar efeknya pada kulit tak terlalu keras.

Untuk kulit normal, perbandingan cairan vinegar dan air adalah 1:2. Sedangkan untuk kulit berminyak bisa mencampurkan 1:1, tetapi untuk kulit sensitif bisa memakai perbandingan 1:4. Mengenakannya dapat seperti toner, yaitu memiliki fungsi sebagai penyegar sebelum mengenakan krim perawatan lain.