Bagikan:

YOGYAKARTA – Hubungan antara orang tua dan kakek-nenek sering kali dipenuhi kasih sayang. Meski dalam situasi tertentu, akan berbeda pendapat. Seperti pendapat terkait pengasuhan anak, ortu dan kakek-nenek kerap berselisih paham. Berikut dijelaskan penyebab umum mengapa terjadi perselisihan antara orang tua dan kakek-nenek soal pengasuhan anak.

1. Perbedaan gaya parenting

Gaya pengasuhan anak sudah banyak berubah dalam beberapa dekade terakhir. Misalnya, soal membentuk kedisiplinan, pola makan, atau tidur anak. Apa yang dulu dianggap wajar, sekarang bisa dianggap tidak tak kontekstual lagi. Kakek-nenek mungkin memberi saran dari pengalaman mereka di masa lalu, sedangkan Anda sebagai orang tua lebih mengandalkan informasi terkini atau rekomendasi ahli parenting atau dokter anak. Perbedaan ini bisa menimbulkan gesekan jika tidak dikomunikasikan dengan bijak.

penyebab ortu dan kakek-nenek kerap berselisih soal pengasuhan anak
Ilustrasi penyebab ortu dan kakek-nenek kerap berselisih soal pengasuhan anak (Freepik)

2. Kurangnya batasan yang jelas

Kakek-nenek tentu ingin terlibat dalam kehidupan cucunya. Namun, tanpa batasan yang jelas, mereka bisa saja terlalu ikut campur. Ketika orang tua tidak menyampaikan ekspektasi secara terbuka, bisa muncul perasaan tidak dihargai atau disalahartikan. Di sinilah pentingnya menjalin komunikasi yang jujur tetapi tetap penuh hormat.

3. Ego dan rasa ingin diakui

Baik orang tua maupun kakek-nenek kadang sama-sama ingin merasa paling benar atau paling berpengalaman. Konflik bisa muncul jika ada yang merasa tidak dihargai pendapatnya. Padahal, yang paling penting adalah kesejahteraan anak—bukan soal siapa yang paling tahu.

4. Ketidakseimbangan peran

Kakek-nenek mungkin merasa berhak memiliki peran besar dalam hidup cucu, terutama jika mereka membantu mengasuh setiap hari. Sementara itu, orang tua bisa merasa peran mereka digeser atau diremehkan. Ketidakseimbangan peran ini bisa menyebabkan ketegangan jika tidak dibicarakan dengan terbuka.

5. Komunikasi tidak konsisten

Komunikasi yang sporadis atau hanya dilakukan saat ada masalah bisa memperburuk keadaan. Mengutip Parents, Kamis, 10 Juli, menjaga komunikasi yang konsisten, misalnya lewat obrolan ringan atau update harian, membantu mencegah salah paham dan menciptakan rasa saling percaya.

Perlu diketahui, kunci dari relasi sehat antara orang tua dan kakek-nenek adalah empati. Penting bagi kedua belah pihak untuk saling memahami peran masing-masing dan menyadari bahwa semuanya dilakukan demi kebaikan si buah hati. Dengan komunikasi yang terbuka dan penuh rasa hormat, keluarga bisa tetap hangat dan solid, meski berbeda generasi.